Pelaku Korupsi Kembalikan Uang Negara

oleh -275 views
KOTABARU, Kalsel pos.com – Kasus Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Alat Pemadam Kebakaran di BPBD Kotabaru tahun 2016 ditangani Kejaksaan Negeri Kotabaru pada 2019 ini telah vonis.

Dua terpidana divonis dengan hukuman 1 tahun 8 bulan dan subsider 6 bulan.

Baca juga=Kapal Purse Seine Sandar di PPI Kotabaru

Dari kasus yang sudah incraht pada Mei 2019 lalu, satu pelaku yakni kontraktornya, Mukhlis melakukan pengembalian uang kerugian Negera.

Sementara Bendahara BPBD yakni Qodratullah Ahmad juga mengaku akan membayar uang pengganti.

Namun yang baru diterima Kejaksaan Negeri Kotabaru, baru Mukhlis. Terpidana mengembalikan uang pengganti sebesar Rp 187.000.000.

Terkait putusan itu, uang pengganti atau subsider 6 bulan yang menyatakan bila tak dibayar maka akan ditambah selama 6 bulan kurungan.

Hal itu diucapkan Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Haryoko Ari Prabowo didampingi sejumlah Kasi di ruangannya, Senin (21/10/19).

Pengembalian uang pengganti tersebut akan disetorkan ke Negara. Karena Kasus tersebut menimbulkan kerugian dengan total sekitar Rp 390 juta.

“Jadi ini adalah progres penanganan Tindak pidana korupsi di Kotabaru, dalam hal ini kasus pengadaan alat damkar, Kontraktornya (Mukhlis) mengebalikan uang pengganti sebesar Rp 187 juta,” ucap. Prabowo.

Dia juga menyebutkan, saat ini Kejaksaan tidak hanya mengejar pelakunya melainkan upaya pengembalian uang negara juga dilakukan.

Sebab menurutnya, bila uang negara tak kembali dan hanya pelakunya yang ditahan rasanya ada yang kurang.

Ini menunjukkan bahwa Kejaksaan Negeri Kotabaru juga mengejar kerugian negara yang harus dikembalikan si pelakunya itu dan bila tidak bisa, maka harta terpidana yang disita.

“Jadi uang ini akan dikembalikan dan setor keuangan Negara melalui Bank BRI. Artinya begini, kalau tidak bisa mengembalikan ya kita akan cari hartanya,” kata Haryoko Ari Prabowo.

Selain pengembalian uang pengganti, terpidana Mukhlis juga didenda Rp 50 juta.

Sementara terpidana lainnya yakni Qodratullah Ahmad juga mengaku akan mengembalikan uang pengganti namun sampai saat ini masih belum.

Baca juga=Kapal Purse Seine Sandar di PPI Kotabaru

“Tapi sudah ada niat baik dari terpidana. Kita tunggu saja. Kalau Qodrat ini uang penggantinya sebesar 90 juta, dan uang denda 50 juta. tandasnya.

Penulis :ardiansyah/muliana/uzi
Editor :wandi
Penanggung jawab:SA Lingga

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com