‘Otak’ pembobol BSM dituntut 10 Tahun Penjara

oleh -982 views
DITUNTUT 10 TAHUN - Ukkas Arpani, Dirut PT Borneo Aura Sukses (BAS), terdakwa yang diduga sebagai ‘otak’ dalam kasus pembobolan uang senilai Rp18,5 miliar milik Bank Syariah Mandiri Banjarmasin, saat mendengarkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum, Eko Cahyono SH, di depan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, pimpinan Moch Yuli Hadi SH MH, Selasa (15/10) kemarin.(istimewa)

Ukkas Arpani, Dirut PT Borneo Aura Sukses (BAS), terdakwa yang diduga sebagai ‘otak’ dalam kasus pembobolan uang senilai Rp18,5 miliar milik Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Banjarmasin, dituntut hukuman 10 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eko Cahyono SH dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel.

——————————-

BANJARMASIN, K.Pos – Selain tuntutan hukuman badan relatif tinggi tersebut, jaksa juga membenani terdakwa untuk membayar denda sebesar Rp5 miliar, subsidair 1 tahun kurungan penjara.

Baca juga=Banjarmasin Ikuti APUF-7

Dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntutan di depan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, pimpinan Moch Yuli Hadi SH MH, Selasa (15/10) kemarin, jaksa menyatakan jika terdakwa Ukkas Arpani terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur Pasal 738 KUHP, sekaligus melanggar Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Sebelumnya, dalam persidangan terpisah, dua rekan terdakwa, yakni Arif Rahman, mantan kepala BSM Cabang Pembantu Antasari serta Daniel Beteng, Dirut CV Rindu Alam selaku pembuat kapal tugboat, masing – masing telah divonis bersalah.

Terhadap Arif Rahman, majelis hakim pimpinan Moch Yuli Hadi SH MH memvonis terdakwa dengan hukuman 3 tahun penjara, usai dituntut 4 tahun penjara. Sementara, Daniel Beteng divonis 7 bulan penjara, usai dituntut 1 tahun penjara oleh jaksa Eko Cahyono SH.

Sekedar mengingatkan, ketiga terdakwa ini dituding telah melakukan persekongkolan dalam peminjaman dana senilai Rp18 miliar di Bank Syariah Mandiri.

Sebagaimana dalam dakwaan, ketiganya menjalankan peran masing – masing, sebelum mengajukan pinjaman modal kepada Bank Syariah Mandiri Cabang Lambung Mangkurat, dengan agunan fiktif.

Para terdakwa mengajukan pinjaman ke Bank Syariah Mandiri dengan jaminan berupa kapal (tugboat), tetapi sebenarnya kapal itu tidak ada. Ketiga pimpinan perusahaan itu bersekongkol dalam memainkan perannya masing-masing.

Ada yang membuka suatu perjanjian kerjasama, kemudian ada oknum Bank Syariah Mandiri yang mempermudah pencairan.

Arif Rahman sebelumnya bekerja sebagai mantan Kepala Cabang (Kacab) Pembantu Bank Mandiri Syariah Antasari, yang diduga telah melancarkan pengucuran dana itu, sedangkan yang menerima dana pinjaman adalah Ukkas dan Daniel, yang melakukan pengurusan dokumen dan membuat kapal tugboat fiktif.

Atas dakwaan JPU, ketiga terdakwa yang masing-masing di dampingi penasihat hukum masing – masing, umumnya tidak mengajukan eksepsi

Kasus ini berawal Januari 2019 lalu, saat Polda Kalsel melalui Unit Siber Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Subdit II Perbankan, Pencucian Uang, Kejahatan Dunia Maya (PPUKDM), berhasil mengungkap kasus pembobolan bank bermodus pengajuan kredit fiktif dan agunan fiktif, yang diduga telah dilakukan oleh pihak PT BAS.

Baca juga=Banjarmasin Ikuti APUF-7

PT BAS sendiri melalui kredit bank yang didapat dengan cara memanipulasi dokumen persyaratan pembiayaan, membuat kuitansi pembelian kapal fiktif, sekaligus menjaminkan agunan fiktif.

Penulis : SA Lingga
Penanggung jawab: SA Lingga

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com