Kekurangan Jatah Tabung, “pangkal” Masalah Elpiji Melon

oleh -707 views

BANJARMASIN, Kalselspos.com – Sejumlah persoalan terkait kelangkaan, kenaikan harga hingga distribusi Elpiji 3 Kilogram atau Gas Melon, yang kini masih terus terjadi dan memang sulit dihindari. Sebab jatah atau kuota tabung yang disediakan oleh PT Pertamina bagi Kota Banjarmasin, masih kurang hingga 800 ribu tabung lebih.

Baca juga=Banjarmasin Ikuti APUF-7

“Padahal kebutuhan kita mencapai 4,4 juta tabung, sedangkan yang tersedia hanya 3,5 juta tabung. Jadi kurangnya masih mencapai 800 ribu tabung,” ujar Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, Faisal Hariyadi, usai menggelar rapat dengar pendapat dengan PT Pertamina dan Bagian Perekonomian Setdako Banjarmasin, Jumat (18/10).

Dikatakannya, sejauh ini berbagai upaya yang dilakukan untuk mengatasi kelangkaan dan kenaikan harga yang terjadi, tentu saja sulit dilakukan.
Jika faktanya memang demikian, lanjutnya, maka hanya upaya kecil seperti pengawasan ketat distribusi hingga operasi pasar, yang bisa dilakukan dalam mengatasi kelangkaan ini.

“Dalam waktu dekat, pihak Pemko Banjarmasin berkoordinasi dengan PT Pertamina akan melakukan operasi pasar di 52 kelurahan yang ada. Dalam waktu dekat di 15 titik kelurahan yang menjadi sasaran reses anggota dewan kemarin,” ungkapnya.

Sementara, anggota Komisi II DPRD Banjarmasin, Bambang Yanto Permono mengaku, sudah sangat resah dan merasakan pula dampak kelangkaan dan tingginya harga gas elpiji melon tersebut. Mengingat pada setiap pelaksanaan reses dewan, selalu menjadi keluhan masyarakat.

“Makanya kami melakukan rapat ini dengan Bagian Perekonomian dan Pertamina, supaya ada langkah tegas dan cepat mengatasi persoalan ini,” cecar Bambang.
Pihak Pemko Banjarmasin tegasnya, sudah berjanji melakukan upaya koordinasi dengan Pemerintah Provinsi, sebagai upaya meminta atau mengajukan penambahan jatah elpiji bagi masyarakat miskin tersebut.

“Termasuk menerbitkan Perwali larangan pengecer menjual tabung gas tiga kilo, selain pihak pangkalan resmi,” ucapnya.

Kepala Bagian Perekonomian Setdako Banjarmasin, Rusdi Aziz berharap, berbagai keluhan dan masalah elpiji melon bagi warga miskin itu, dapat teratasi dalam waktu dekat. Selambatnya pada tahun 2020 sudah tidak terjadi lagi.

“Jadi dengan diterbitkannya Perwali, maka distribusi dan penjualan tabung itu bisa sesuai kebutuhan dan tepat sasaran,” tambah Rusdi Aziz.

Kendati ada kekurangan jatah atau kouta yakinnya, bila sudah tepat sasaran maka kelangkaan dapat sedikit diminimalisir, karena mereka yang menerima atau membeli dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET) benar-benar warga miskin dan UMKM yang terdaftar.

Baca juga=Banjarmasin Ikuti APUF-7

“Kami juga segera menerbitkan kartu khusus, yang bisa digunakan oleh masyarakat penerima dan benar-benar berhak menerima atau membeli gas tiga kilogram ini,” tandasnya.
Penulis : Aspihan Zain
Penanggungjawab : SA Lingga

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com