Harga Ayam Pedaging Anjlok, Peternak Terancam Gulung Tikar

oleh -247 views
Suparmi, Kepala Dinas Perkebunan dan Perternakan Provinsi Kalsel.(Anas Aliando)

BANJARBARU, kalselpos.com – Operasi pasar yang dilakukan Pemprov Kalsel untuk menstabilkan harga ayam pedaging di Kalimantan Selatan tidak efektif. Alih – alih harga ayam bisa stabil, kini malah makin terpuruk di kisaran angka Rp10 ribu – Rp16 ribu per kilogram.

Baca juga=Polres Banjarbaru Musnahkan Ribuan Butir Ekstasi

“Operasi pasar tidak efektif, harga ayam pedaging kini masih rendah. Telah terjadi over kapasitas,” ujar Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, Suparmi kepada  Kalsel Pos, Kamis (3/10/2019).

Disampaikannya, penyebab utama anjloknya harga ayam pedaging di Kalsel adalah, kapasitas produksi yang melimpah sementara tingkat konsumsi masih tetap.

“Kita terus menghitung berapa kebutuhan Day Old Chicken (DOC) atau anak ayam sehingga tidak terjadi lagi over kapasitas,” ujarnya.

Disampaikannya, poduksi DOC di Kalsel 66 juta ekor. “Kebutuhan Kalsel sebanyak 54 juta, sisanya kita suplay ke daerah tetangga seperti Kalteng dan Kaltim,” ucapnya.

Pemprov Kalsel melakukan terobosan untuk bisa menstabilkan harga ayam pedaging dengan pengurangan produksi DOC dan melakukan penundaan pelepasan.

“Langkah ini diambil agar tidak terjadi lagi over suplai,” tegasnya.

Anjloknya harga ayam pedaging ini, membuat puluhan ribu peternak ayam mandiri nasibnya senin kamis.

Baca juga=Polres Banjarbaru Musnahkan Ribuan Butir Ekstasi

“Dengan harga ini, petani ayam  mandiri mengalami kerugian. 98 persen bahkan terancam gulung tikar dan hanya dua persen yang masih bisa bertahan,” tutup Suparmi.

Penulis: Anas Aliando
Penanggungjawab: SA Lingga

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com