Dua Pelaku Pencurian Peralatan Sarang Walet dibekuk Polisi

oleh -321 views

KUALA KAPUAS, Kalselpos.com – Nekat mencuri sejumlah peralatan gedung Sarang Burung Walet, Ded (36) dan Tot (28) warga Desa Sei Dusun RT 01, Kapuas Barat, akhirnya diamankan aparat Kepolisian setempat.

Baca juga=Kejari Kapuas bentuk Tim Pengawas Pakem

Keduanya diduga membongkar gedung Sarang Walet milik H Wakif, lalu mengambil sejumlah peralatan yang digunakan didalamnya.

“Menurut keduanya, peralatan itu untuk keperluan sendiri digunakan membangun sarang burung wallet juga. Bila ada peralatan yang tidak terpakai, maka dijual oleh terlapor,” ujar Kasat Reskrim Polres Kapuas, AKP Sonny Rizky Anugerah, di Kantor Polsek Kapuas Barat, Kelurahan Mandomai, Kecamatan Kapuas Barat, Kamis (3/10).

Dijelaskan Kasat Reskrim, awalnya kedua pelaku masuk ke sarang walet milik korban menggunakan besi, namun karena mengalami kesulitan lalu beralih merusak dinding seng gedung.

“Setelah berhasil masuk kedalam ruangan, pelaku kembali merusak dinding kamar menggunakan kayu. Selanjutnya, mengambil barang perlengkapan dari sarang walet seperti genset, mesin walet, accu, sepeda motor dan lainnya,” ungkap AKP Sonny Rizky Anugerah
Sejumlah barang bukti yang diamankan bebernya, berupa 1 kayu balok ukuran 5X10 ukuran 4 meter, 1 batang besi dan 1 buah aki merk FB Funikawa Battery.

“Barang bukti tersebut kita amankan dari para saksi-saksi,” ucapnya.

Kemudian, barang bukti 1 buah mesin genset merk Power Equipment GF 2500L warna hitam dan kuning, 1 unit mesin walet merk Tomico warna hitam, 1 buah aki merk FB Funikawa baterry warna putih hitam, 5 buah speaker mwrk Audax warna hitam, 1 unit sepeda motor merk Yamaha Yupiter MX warna hitam biru dan 1 buah alkon Cis lengkap dengan mesin.

“Barang barang belum sempat dijual, karena motif memang mau digunakan sendiri, kecuali yang tidak terpakai,” bebernya.

Keduanya, kini dikenakan tuduhan atas pencurian dengan pemberatan seperti yang disebutkan pasal 363 KUHP.
Kapolsek Kapuas Barat, Ipda Eko Sutrisno menambahkan, diwilayah hukumnya, banyak laporan masyarakat dalam perihal tindak kriminal premanisme, tapi pihaknya sulit menemukan barang bukti untuk menjerat para pelaku. “Seperti pengancaman, hari ini adalah kasus yang dapat kita ungkap dari proses penyelidikan yang dapat kita ungkap,” cecar Ipda Eko Sutrisno.

Baca juga=Kejari Kapuas bentuk Tim Pengawas Pakem

Pihaknya kini sudah membentuk tim gabungan untuk memberantas tindak kejahatan ancaman kekerasan, dan pencurian dengan pemberatan dan lainnya. “Kita akan selalu membantu masyarakat sehingga bila ditemui hal yang bisa menjerat pelaku agar dilaporkan dan segera kami tangani,” tandas Kapolsek Kapuas Barat.

Penulis : Iwan Cavalera
Editor : Aspihan Zain
Penanggungjawab : SA Lingga

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com