Aliansi Mahasiswa HSU sambangi Gedung Dewan

oleh -185 views

AMUNTAI, Kalselpos.com – Aliansi Mahasiswa Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar Aksi Damai.

Aliansi Mahasiswa yang teridiri dari berbagai Perguruan Tinggi di Kabupaten HSU berkumpul di Masjid Raya At- Taqwa Amuntai melaksanakan Long March menuju Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten HSU, Kamis (3/10).

Baca juga=Ratusan Warga Amuntai ikuti Senam GERMAS

Pihak Mahasiswa mengakui mengawal Mandat Rakyat pada gelaran Aksi Damai ini. Para Mahasiswa yang ini memprotes terhadap RUU KPK, KUHP, PKS dan lainnya yang di anggap tidak pro dengan rakyat.

Bergerak menuju kantor DPRD Kabupaten HSU di Jalan Norman Umar Kelurahan Kebun Sari Amuntai, para Mahasiswa berjumlah puluhan orang ini berjalan samnbil membawakan Spanduk terkait penolakan RUU dengan di kawal Polres HSU dan Satpol PP HSU.

Di Kantor DPRD pihaknya diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD H. Mawardi, SH, MM dan anggota DPRD lainnya.

Mahasiswa menolak untuk masuk kedalam kantor DPRD. Mereka ingin menyampaikan suaranya dan meminta para Anggota DPRD duduk bersama mendengarkan sampian mereka di halaman Kantor DPRD.

Meski demikian, apa yang disuarakan pihak mahasiswa diserap oleh pihak DPRD. Hal tersebut diungkapkan pihaknya saat duduk bersama dihalaman Kantor DPRD HSU sambil melaksanakan diskusi antar mahasiswa dan anggota DPRD.

Koordinator Lapangan”Syarif Hidayatullah” Aksi Damai dari Aliansi Mahasiswa HSU mengatakan, menuntut tegas agar pemerintah daerah mendukung pengawasan atas Perpu KPK dan membikin peraturan Karhutla agar tidak terjadi kabut asap di Daerah HSU.

“Aksi ini murni dari semua kalangan mahasiswa (i) di Kabupaten HSU. Aksi ini akan berkelanjutan dengan adanya kegiatan ini meski terbilang skala kecil namun hal ini penting, karena bagaimana kita menyampaikan aspirasi masyarakat disampaikan,” ungkapnya.

Bahkan dikesempatan tersebut. Pihak Mahasiswa menyerahkan kado berupa anak itik dan anak ayam ke perwakilan anggota DPRD HSU. Menurut mereka hal itu mewakilkan protes yang keras terhadap pasal-pasal dirasa ngaur dalam KUHP.

“Kami merasa pasal tersebut memberatkan seandainya masalah itu ditindak pidana. Padahal itu dapat diselesaikan secara musyawarah, tidak perlu dicantumkan dalam UU KUHP,” ucap Noor Rahmansyah dari Perwakilan organisasi Ektra.

Terkait aksi ini, pihak mahasiswa juga turut mengawasi aspirasi ini agar pihak DPRD menyampaikan ke pusat. Pihaknnya meminta balasan surat dari DPRD HSU bahwa tuntutan yang berjumlah 8 poin itu telah diterima dan sampai di Pusat.

Menanggapi aksi mahasiswa tersebut, pihak DPRD melalui Wakil Ketua 1 H. Mawardi, SH. MH meapresisasi dan menyambut postif terhadap aksi mahasiswa, hal ini merupakan again dari demokrasi di Indonesia.

Mawardi mengungkapkan, dari tuntuntan mahasiswa tadi, beberapa berkaitan pihak legeslatif ditingkat pusat dan ada berkaitan dengan lokasi daerah HSU yakni penanggulangan kabut asap.

“Kami dari dewan, meminta kepada pihak terkait menindak lanjuti tuntutan mahasiswa ini, selaku perwakilan rakyat di HSU. Apalagi terkait rancangan berkenaan UU KUHP, KPK dan PKS,” jelasnya.

Ia berjanji akan dintindak lanjuti ke DPRD Provinsi hingga pusat agar penyusanan UU nntinya sempurna agar tidak merugikan masyarakat.

Ada 8 poin yang menjadi tuntutan mahasiswa didalam berkas yang mereka serahkan dan telah ditandatangi bersama pihak DPRD dan Aliansi Mahasiswa HSU. Diantaranya, menuntut pemerintah memberikan saksi tegas dan mencabut HGU korporasi kepada pelaku pembakaran hutan di Kalimantan, menuntut pemerintah membentuk badan khusus penanggulangan Karhutala, menuntut langkah kongkret dalam penangangan Karhutla dengan membuat program sehingga tidak menjadi bencana tahunan.

Selain itu, menuntut tegas pemerintah menyediakan tenaga medis dan obat-obatan diwilayah terdampak Karhutla. Mendesan Presiden mencabut UU KPK dan menerbitkan PERPPU KPK, meminta Pemerintah dan DPR RI meninjau RUU KUHP, menonalk RUU PKS dan meminta pemerintah mengkaju ulang dengan melibatkan semua elemen masyarakat khususnya pemuka Agama dan terkahir, menolak atau mengutuk tidak represif aparat kepolisian dan penembakan aktivis demonstran agar pemerintah menindak tegas para pelaku yang terlibat.

Baca juga=Ratusan Warga Amuntai ikuti Senam GERMAS

Aksi Damai berakhir tengah hari ini, berjalan lancar, aman, damai dan tertib. Pihak mahasiswa juga turut meyerahkan kado berupa anak itik dan anak ayam kepada anggota DPRD HSU sebagai bentuk peduli terhadap RUU KUHP.

Penulis : adiyat
Editor : Wandi
Penanggung Jawab : S. A. Lingga

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com