BANJARMASIN, Kalselpos.com – Guna mengantisifasi berbagai kemungkinan terkait Kejadian Luar Biasa (KLB) atau krisis kesehatan penyakit bakteri menyebar melalui air seni hewan yang terinfeksi (leptospirosis), diare, disentri, penyakit kulit dll. Oleh karena itu dinas kesehatan Provinsi Kalsel menggelar rapat koordinasi lintas sektor terdiri dari Biddokkes, BPBD, TNI serta dinas kesehatan yang dipusatkan di Banjarmasin Kamis (10/10).
Baca juga=Polsek Banjarmasin Barat Tangkap Pelaku Jambret
“Ya banyak hal yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama ketika memasuki musim penghujan dan pasca hujan,” ujar kepala dinas kesehatan Provinsi Kalsel, H. Muhammad Muslim kepada Kalselpos
Ditambahkannya, pembekalan ini diharapkan bisa dijabarkan lebih luas lagi kepada masyarakat sehingga pola edukasi secara menyeluruh dan berkesinambungan bisa terus dijalankan, selain tentu saja upaya penanganan jika ada temuan kasus disiapkan tim reaksi cepat yang disebut kenari tangkas yang terdapat dalam.aplikasi guna mempermudah monitoring dan kontroling dilapangan bagi petugas kesehatan di tingkat Kabupaten maupun Kota se Kalsel
“Kenari tangkas ini tim disiapkan untuk mempermudah dalam deteksi dini dilapangan jika ada krisis kesehatan disetiap kabupaten kota,” terangnya
Lanjut Muslim, persiapan ini merupakan terobosan atau inovasi dari dinas kesehatan dalam melayani masyarakat luas, dan hal ini juga sudah diintegritaskan bersama 13 kabupaten Kota untuk bisa saling bersinergi, bukan itu saja sistem kerja ini diharapkan bisa terkoordinasi, termonitoring dan terkolaborasi lintas sektoral juga diintensifkan agar bisa memperluas jaringan informasi dengan instansi terkait baik BPBD, dinas kesehatan seluruh kabupaten kota se Kalsel, TNI, Polri serta SKPD lainnya.
Baca juga=Polsek Banjarmasin Barat Tangkap Pelaku Jambret
” Inilah upaya dari terobosan dari dinas kesehatan untuk bisa pencegahan sekaligus mendeteksi dini,” terang Muslim
Penulis : Sidik Alfonso
Editor : Aspihan Zain
Penanggungjawab : SA Lingga





