Warga Desa Serdangan Bikin Tikar Purun

oleh -419 views

BATULICIN, Kalselpos.com – Desa Serdangan, Kecamatan Kusan Hilir yang terletak di kawasan bantaran sungai memiliki potensi berbagai macam kerajinan tangan.

Salah satunya kerajinan tikar purun. Dengan memiliki sekitar 10 hektare lahan purun, masyarakat Desa Serdangan ini memanfaatkannya untuk membuat kerajinan tangan berupa tikar purun.

Baca juga=Berhasil atasi Banjir dan Kekeringan, Desa Batulicin Irigasi masuk Verifikasi Kampung Iklim

Ibu Masnun, salah seorang perajin tikar purun Desa Serdangan, menuturkan untuk membuat tikar purun harus melalui beberapa tahapan.

Purun yang merupakan rumput liar panjang yang tumbuh di lebak, diambil dan dikeringkan dengan cara dijemur selama dua hari. Kemudian ditumbuk sampai pipih dengan alat penumbuk purun biasa disebut Antan. Setelah itu, dianyam menjadi sebuah tikar.

Untuk menghasilkan satu helai tikar, Ibu Masnun, mengatakan dibutuhkan waktu sekitar satu hari bagi mereka yang sudah mahir. Sedangkan bagi pemula, bisa dua sampai tiga hari.

“Butuh kemahiran dan ketekunan untuk menganyam purun agar hasilnya rapi,” ujarnya.

Sementara untuk pemasaran hasil dari anyamannya, Masnun, menyebutkan BUMDes setempat telah membantu menjualkan ke pengepul-pengepul.

“Melalui BUMDes, kami menjual tikar purun dengan harga Rp15.000 perlembar, sebutnya.

Sementara tokoh masyarakat setempat, Andi Tanra Fitriadi, berharap pemerintah daerah dan dinas terkait membuat langkah yang lebih strategis agar kerajinan purun di Desa Serdangan dapat lebih berkembang.

Baca juga=Berhasil atasi Banjir dan Kekeringan, Desa Batulicin Irigasi masuk Verifikasi Kampung Iklim

“Harapan kami nantinya kerajinan purun tidak hanya menganyam tikar saja, tetapi bisa membuat kerajinan tas, sandal, kotak tisu, sangkek dan lain-lain yang dianyam dari bahan baku purun,” tuturnya.

Penulis: Syahriadi
Editor: Wandi
Penanggung jawab: SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com