Satgas Karhutla di Tanbu Sudah Dimulai

oleh -589 views

BATULICIN, Kalselpos.com – Satuan Tugas pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Satgas Karhutla) di Kabupaten Tanah Bumbu mulai melakukan aksinya dengan ditandai pelaksanaan apel gabungan dan pemeriksaan terhadap pasukan, sekaligus penyematan tanda Satgas Karhutla kepada perwakilan TNI dan Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat serta perwakilan Masyarakat Perduli Api (MPA) di halaman Kantor Bupati, Jumat (9/8) pagi.

Baca juga=Berhasil atasi Banjir dan Kekeringan, Desa Batulicin Irigasi masuk Verifikasi Kampung Iklim

Pemeriksaan pasukan dan penyematan tanda tersebut dilakukan Sekretaris Daerah Tanah Bumbu H. Rooswandi Salem, Kapolres Tanah Bumbu AKBP Kus Subiyantoro, serta Dandim 1022/TNB Letkol Czi Bintarto Joko Yulianto.

Sekretaris Daerah Tanah Bumbu, H. Rooswandi Salem, mengatakan pengerahan Satgas Karhutla berkaitan erat dengan kondisi cuaca panas yang sedang terjadi saat ini. Mengingat kondisi geografis wilayah Kabupaten Tanah Bumbu, merupakan daerah yang rawan terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan.

Pemerintah daerah beserta instansi terkait terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan pencegahan lebih dini secara terpadu dalam menghadapi bencana Karhutla.

Langkah kongkritnya sudah dituangkan dalam bentuk regulasi, kelembagaan, program dan kegiatan untuk menangani persoalan bencana dimaksud.

Pemerintah daerah sudah membentuk Tim Teknis Daerah Penyusunan Kajian Resiko Bencana Dearah, Pelatihan Peningkatan Kapasitas Relawan Masyarakat Peduli Api dengan dasar Keputusan Bupati Tanah Bumbu Nomor: 188.46/332/BPBD/2019 tentang penetapan status siaga darurat bencana kabut asap, akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu.

Kepala Pelaksana BPBD Tanah Bumbu, Eryanto Rais, usai pengecekan pasukan menjelaskan Satgas Karhutla akan menyebar ke 20 desa yang rawan terhadap Karhutla.

Momentum Satgas Karhutla ini akan menjalankan tugas selama 3 bulan dan sebagai rangkaian pencegahan, turut dilakukan sosialisasi kepada masyarakat akan bahaya kebakaran hutan yang pasti menimbulkan kabut asap.

“Kekuatan Satgas Karhutla yang disiapkan yaitu TNI sebayak 50 orang, Polri 20 orang dan masyarakat 70 orang. Sedangkan Posko induknya berada di Kodim 1022/TNB dan Kantor BPBD, sebutnya.

Sementara itu, Dandim 1022/TNB, Letkol Bintarto Joko Yulianto, mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dan hutan.

Kebakaran lahan di Tanah Bumbu ini lebih disebabkan karena faktor manusia dan juga karena musim kemarau yang cukup panjang berdampak pada meningkatnya titik api di sejumlah wilayah.

Hal itu sudah disikapi dengan dibentuknya Satgas Kebakaran Hutan yang tugas utamanya adalah melakukan pencegahan.

Baca juga=Berhasil atasi Banjir dan Kekeringan, Desa Batulicin Irigasi masuk Verifikasi Kampung Iklim

“Meski tugas utamanya mencegah, tapi satgas juga bertugas memadamkan. Kawan-kawan yang membakar lahan itu perlu kita ingatkan,” tandasnya.

Penulis: Syahriadi
Editor: Wandi
Penanggung jawab: SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com