Warga berkurang, Kades dan Kapolsek sambangi Desa Sei Asam

oleh -624 views

KUALA KAPUAS, Kalselpos.com – Wilayah RT 08( handel Basirih) desa Sei Asam kecamatan Kapuas Hilir kabupaten Kapuas yang berbatasan langsung dengan propinsi tetangga,  yaitu kabupaten Batola provinsi Kalimantan Selatan. Merupakan wilayah terjauh dari desa Sei Asam, untuk mencapai wilayah itu harus memutar keluar desa, kecamatan, kabupaten, bahkan keluar masuk provinsi.

Penyebabnya harus memutar dan berbelok-belok itu, karena akses jalan untuk mencapai ke wilayah tersebut belum ada. Padahal jika ada, cuma sekitar 7 KM dari wilayah induk. Ditambah lagi sarana Penerangan, dulu pernah di beritakan oleh Kalselpos. Belum ada realisasi juga. Hal ini yang jadi pemicu dan kekawatiran berkurangnya warga dari wilayah tersebut. Karena itu sebagai langkah kepedulian, kapolres Kapuas Hilir bersama kades Sei Asam, pihak koramil Kapuas Hilir,  dan tim kesehatan  mendatangi RT 08, Rabu (03/7) pukul 10.00 WIB.

Baca juga=Buruh PT LAK  bersama SBSI Unjukrasa di DPRD Kapuas

Kepala Desa Sei Asem, Masrawan mengatakan, wilayah terjauh dan boleh dibilang terisolir ini, kita beri perhatian khusus karena wilayah ini dulunya bisa menjadi dua RT, dengan penduduk hampir sekitar 190 KK. Tapi sekarang paling tinggal sekitar 39 KK, dengan jumlah sekitar 90 jiwa,

“Berkurangnya warga ini, perlu kita perhatikan secara khusus agar mereka bisa merasa nyaman dan diperhatikan sebagai bagian dari warga desa kita,” tegas Kades Sei Asem.

Ketua RT 08, Jakfar mengharapkan, semoga ada jalan pintas membuka isolir desa mereka terlebih lagi penerangan, seperti harapan warga selama ini.

“Terima kasih juga pada kapolsek Kapuas Hilir yang telah memberi tali asih sebagai wujud simpati dan memperhatikan kami sebagai warga dan bagian Kapuas Hilir juga,” tutur ketua RT 08, Jakfar.

Kapolsek Kapuas Hilir, terkait dengan wujud perhatian dari polseknya adalah rangkaian HUT Bhayangkara ke 73, serta bhakti religi anggota polsek Kapuas Hilir dengan membersihkan rumah ibadah  dan  rangkaian kegiatan lainnya, terang Kapolsek Kapuas Hilir, AKP Darwin.

“Kita sengaja anjangsana dengan memilih wilayah yang jauh dan diperbatasan propinsi ini, untuk meliat langsung dan bersimpati dengan warga disini, serta meliat tugu tanda batas yang ternyata keadaannya sudah tidak terawat,” ucap Kapolsek.

Baca juga=Buruh PT LAK  bersama SBSI Unjukrasa di DPRD Kapuas

Dilain tempat wilayah  RT 08, saat istirahat  sejenak. Kalselpos terkejut juga ketika ada anak yang usia pelajar ketika iseng ditanya menyebut kalau tidak tau wilayah Basirih (RT 08) itu bagian dari wilayah kabupaten Kapuas. Padahal ia tinggal disana.

Penulis : Iwan Cavalera
Editor : Aspihan Zain
Penanggungjawab : SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com