Terkait Kasus Anak, Jurnalis harus Hati – hati dalam Menulis

oleh -622 views
Jamaludin Ihsan, Anggota Dewan Pers RI

BANJARMASIN, kalselpos.com – Wartawan media cetak, elektronik, dan online harus hati – hati dalam menulis berita terkait kasus anak.

Identitas anak yang menjadi korban maupun pelaku harus dirahasiakan. Jika wartawan menulis identitas korban maupun pelaku maka hukuman penjara lima tahun dan denda Rp 500 juta akan menjerat wartawan.

Baca juga=Golden Banjarmasin Juarai Basket “Three On Three” HUT Bhayangkara ke 73

Peringatan itu disampaikan Jamaludin Ihsan, Anggota Dewan Pers RI dalam acara Sosialisasi Pedoman Pemberitaan Ramah Anak yang diikuti sejumlah Jurnalis Kalimantan Selatan bertempat di Hotel Marcure Banjarmasin, Kamis (10/7/2019).

“Jika jurnalis membuka identitas anak yang menjadi korban peradilan di bawah umur 18 tahun menurut UU Sistem Peradilan Pidana Anak bisa dipidana 5 tahun dan denda Rp500 juta,” ujarnya.

Jamaludin mengatakan, identitas anak yang harus dilindungi termasuk semua data dan informasi yang menyangkut anak yang memudahkan orang lain untuk mengetahui anak semisal nama, foto, gambar dan vedio.

“Nama anggota keluarga anak juga harus dirahasikan mulai dari nama orang tua, kakak, adik, paman, bibi, kakek, hingga nama nenek. Termasuk juga sekolah dan tempat tinggal anak,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, Pedoman Pemberitaan Ramah Anak yang disahkan pada 9 Februari lalu telah melalui proses kajian yang mendalam, termasuk oleh para ahli. Ia berharap pedoman tersebut dapat menciptakan pemberitaan dengan atmosfer positif.

Jamaludin mengatakan, anak akan menjadi pilar utama masa depan bangsa sehingga peran pemberitaan yang ramah anak menjadi sangat penting. Perlindungan anak dalam karya jurnalistik juga telah diamanatkan dalam Konvensi Hak Anak Pasal 17 yang mengakui fungsi penting media massa dan harus menjamin bahwa anak mempunyai akses ke informasi dan bahan dari suatu diversitas sumber nasional dan internasional.

Diutarakannya, Pedoman Pemberitaan Ramah Anak disusun dengan tujuan agar media dan wartawan terhindar dari sanksi pidana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Perlindungana Anak. “Tujuannya agar tidak terjadi kriminalisasi kepada wartawan dan media, entah sengaja atau tidak, soal indentitas anak,” jelasnya

Selain itu, kesadaran wartawan tentang pentingnya memberikan perlindungan terhadap anak dalam karya jurnalistik harus menjadi bagian dari tanggung jawab memberikan informasi kepada masyarakat.

“Anak membutuhkan ruang hidup yang kondusif untuk memaksimalkan kehidupan dan melindunginya. Peran kita tidak sekadar menulis berita, tapi juga bertanggung jawab mendorong masa depan terbaik anak tersebut,” tegasnya.

Baca juga=Golden Banjarmasin Juarai Basket “Three On Three” HUT Bhayangkara ke 73

Jamaludin mengakui sejak pedoman tersebut diluncurkan, sudah banyak karya jurnalistik yang sesuai dengan pedoman itu.

Penulis: Anas Aliando
Penanggungjawab: SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com