Ratusan Siswa saksikan Pemusnahan Barbuk Narkoba

oleh -134 views
PEMUSNAHAN – Sejumlah barang bukti kejahatan narkoba dan obat terlarang, dimusnahkan dihadapan ratusan siswa SMPN 1 Kotabaru.(ardiansyah)

Ratusan pelajar bisa melihat langsung bentuk obat-obatan terlarang di antaranya obat daftar G hingga
narkotika jenis sabu. Barang haram tersebut dimusnahkan dengan cara diblender
===========================
KOTABARU, K.Pos – Sedikitnya 400 orang pelajar SMPN 1 Kotabaru, Jalan Mohammad Alwi Desa
Dirgahayu Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru, menyaksikan langsung pemusnahan
barang bukti kejahatan narkoba dan obat terlarang, yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap atau
incrah.

Pemusnahan barang bukti tersebut dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Indah Laila,
sekaligus rangkaian Program Jaksa Masuk Sekolah dan Penerangan Hukum, serta pembinaan masyarakat
hukum, Rabu (17/7).

Baca juga=Bupati Resmikan Gedung Perpustakaan Politeknik Kotabaru

Pada kegiatan itu, ratusan pelajar bisa melihat langsung bentuk obat-obatan terlarang di antaranya obat
daftar G hingga narkotika jenis sabu. Barang haram tersebut dimusnahkan dengan cara diblender.

Termasuk barang bukti hasil kejahatan seperti HP hingga senjata tajam yang ikut dimusnahkan.

Siswa yang melihat sempat takjub. “Oh begitu ya obat-obatan yang dilarang itu, ” ceplos seorang siswi.

Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Indah Laila mengatakan, pelajar harus mengetahui sejak dini
sehingga bisa menghindarinya. Mereka juga harus tahu dampaknya bila berhubungan dengan barang
haram tersebut.

Misalnya saja, narkoba adalah bahan atau zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara
oral atau diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan,
dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis.

Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda kian meningkat.

Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan
hidup bangsa ini di kemudian hari.

“Pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa. Sehingga pemuda tersebut harus
bisa berpikir jernih,” katanya.

Dijelaskannya, bila dirata-ratakan usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar umur 11
sampai 24 tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba sewaktu-waktu dapat mengincar
anak didik kapan saja.

“Di Kotabaru, kami melihat banyak fenomena penyalahgunaan obat, diantaranya budaya mengkonsumsi
Zenith dan Komix hingga lem di kalangan anak muda dan pekerja, “bebernya.

Baca juga=Bupati Resmikan Gedung Perpustakaan Politeknik Kotabaru

“Kami berharap dengan adanya sosialisasi ini, pelajar memahami dan menyadari akan bahaya
mengkonsumsi narkoba dan penyalahgunaan obat secara berlebihan,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, kegiatan tersebut juga dihadiri Kasat Narkoba Polres Kotabaru AKP Margono, Kasi
Intel Kejari Kotabaru Agung Nugroho, Kepala SMPN 1 Kotabaru, Abdul Bait dan Arbain perwakilan dari
Dinas Pendidikan Kotabaru.

Penulis : Ardiansyah/Muliana/Uzi
Penanggungjawab : SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com