Pemprov Kalsel dukung pengembangan Bahan Bakar Nabati

oleh -169 views
Sekdaprov Kalsel Abdul Haris Makkie (kiri) didampingi Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kalsel Herawanto.(ist)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendukung program pengembangan Biofuel atau premium nabati di Bumi Lambung Mangkurat.

Dukungan itu disampaikan Sekdaprov Kalsel, Abdul Haris Makkie saat menghadiri seminar ekonomi dan bisnis bertema ‘Upaya Percepatan Hilirisasi Komoditi Unggulan Kalimantan Selatan: Peluang Beofuil untuk Pemenuhan Kebutuhan Energi Domistik’ bertempat di Gedung Bank Indonesia Perwakilan Kalsel, Jumat (5/7/2019) siang.

Baca juga=Banjarmasin Utara terus Berkembang dan Berinovasi

“Pengembangan komoditas Biofuel ini selaras dengan visi ekonomi Kalsel,” ujarnya.

Haris menyampaikan, ada lima visi ekonomi Kalsel, diantaranya pengembangan industri Jorong dan Batulicin, pengembangan sektor pariwisata dan UMKM serta pengembangan agrobisnis dan industri termasuk didalamnya pengembangan Biodesel dan Biofuel.

“Dukungan Pemprov Kalsel terhadap pengembangan agro bisnis dan industri diwujudkan
dengan melakukan peremajaan perkebunan kelapa sawit. Sampai saat ini sudah 4.700 hektar lebih yang diremajakan,” urainya.

Untuk itu, lanjut Haris, pemerintah minta dukungan kepada semua pihak agar program ini terus berjalan sesuai keinginan bersama. “Mari kita bersama mendukung dan mengkampanyekan sisi positif dari perkebunan kelapa sawit agar memberi manfaat bagi Banua,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kalsel Herawanto mengatakan, tantangan ekonomi Kalsel saat ini adalah mengembangkan pertumbuhan ekonomi baru diantaranya agro bisnis dan agro industri.

“Seiring lajunya pertumbuhan kendaraan, maka kebutuhan akan bahan bakar juga terus meningkat. Diperlukan solusi yang tepat untuk pemenuhan bahan bakar. Salahsatunya dengan mengembangkan Biodiesel dan Biofuel,” ujarnya.

Herawanto berujar, kelebihan dari Biodiesel dan Biofuel adalah, bahan bakunya tidak akan habis. Lain halnya dengan BBM fosil yang bisa habis dan tidak akan terbarukan.

Baca juga=Banjarmasin Utara terus Berkembang dan Berinovasi

“Dengan potensi yang dimiliki Kalsel, tidak menutup kemungkinan ke depan kita bisa ekspor bahan bakar ini keberbagai negara. Sudah saatnya kita mengurangi ketergantungan dengan pertambangan,” tandasnya.

Penulis: Anas Aliando
Editor: Aspihan Zain
Penanggungjawab: SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com