Kualitas Air turun, Pansus DPRD Kalsel “kebut” Raperda Pengelolaan Air

oleh -161 views

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Usai mendengarkan pandangan umum dalam rapat paripurna melalui fraksi-fraksi DPRD Kalsel pada Kamis 4 Juli lalu. Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air langsung ditindaklanjuti dengan cepat.

Tidak perlu menunggu waktu lama, panitia khusus (pansus) pembuatan raperda tersebut langsung dibuat usai paripurna, dan penanggungjawab sebagai ketua pansus yaitu, Rosehan NB.

Baca juga=Golden Banjarmasin Juarai Basket “Three On Three” HUT Bhayangkara ke 73

Selanjutnya, langkah konkret akan ditempuh anggota dewan, dengan melakukan kunjungan kerja di jakarta. “Kunjungan ke Kementrian Lingkungan Hidup,” ujar Rosehan.

Mengingat kualitas air bersih di Kalsel sudah masuk dalam status mengkhawatirkan, raperda perlu diselesaikan lebih cepat. Untuk itu hal ini perlu dukungan semua pihak agar peyung hukum terkait permasalan ini bisa di optimalkan.

“Ya faktanya kualitas air bersih di tempat kita sudah mengkhawatirkan,” terang politisi PDIP ini.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalsel, Ikhlas mengungkapkan, Raperda usulan gubernur ini dibuat untuk melengkapi regulasi yang telah ada sebelumnya. Pencemaran kualitas air tampaknya menjadi perhatian baik bagi pihak eksekutif maupun legislatif.

“Dulu kita sudah punya Perda Nomor 2 Tahun 2006. Dasarnya adalah Undang-undang mengenai lingkungan hidup yang terdahulu sebelum Undang-undang 32 Tahun 2009. Karena dasarnya berubah, jadi kita menyesuaikan,” katanya.

Ikhlas menambahkan, Raperda yang akan digodok nantinya akan lebih detail mengatur kegiatan pengelolaan serta pengendalian pencemaran air bersih di Kalsel. Dengan adanya perbaikan melalui Raperda ini diharapkan pemerintah lebih memiliki peluang yang sebelumnya belum terlalu bisa luas.

Baca juga=Golden Banjarmasin Juarai Basket “Three On Three” HUT Bhayangkara ke 73

Ikhlas menjelaskan, perizinan pembuangan limbah cair masih di kelola oleh kabupaten. Dalam raperda tersebut rencananya akan disusun regulasi terbaru, dimasukkan daya tampung aliran sungai di daerah-daerah.

“Sebelumnya belum ada perhitungan daya dukung dan daya tampung,” tutup Ikhlas.

Penulis : Sidik Alfonso
Editor : Aspihan Zain
Penanggungjawab : SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com