Komisi IV Apresiasi penurunan Angka Pengangguran

oleh -172 views

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, Yazidie Fauzy mengapresiasi Pemerintah Provinsi Kalsel atas keberhasilan dalam menekan angka pengangguran, hal ini berdasarkan hasil Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalsel yang mampu menekan angka pengangguran dari tahun 2017 hingga 2018 mendapat apresiasi Komisi IV DPRD Kalsel, bahkan tahun 2017 tercatat angka pengangguran berdasarkan data dari Disnakertrans Kalsel sekitar 98 ribu lebih kemudian di tahun 2018 angka pengangguran tersebut turun menjadi 95 ribu.

” Turunnya angka pengangguran ini melalui berbagai program Disnakertrans Kalsel, seperti program pelatihan bagi para pencari kerja,” ujar Yazidie kepada wartawan, Jumat (19/7) seusai rapat kerja dengan Disnakertrans Kalsel

Baca juga=Banjarmasin siap Deklarasikan “Kota Bebas Pasung”

Oleh karena itu keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK), kemudian magang diberbagai perusahaan di Kalsel, mempertemukan antara pencari kerja dengan perusahaan serta kegiatan pengawasan dan hubungan industrial.
Keberhasilan Disnakertrans Kalsel menekan angka pengangguran dari tahun ke tahun, artinya bisa mendukung apa yang menjadi visi dan misinya Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor untuk Kalsel Mandiri dan Terdepan (Mapan).

“Kita mendukung yang menjadi visi dan misi paman birin dalam memberikan kebaikan bagi masyarakat,” terang politisi PKB ini

Yazidie mengharapkan melalui Disnakertrans ini kita menghasilkan tenaga-tenaga kerja handal, siap pakai dan berdaya saing tinggi, salah satunya melalui BLK – BLK milik Provinsi yang bisa meningkatkan daya saing tenaga kerja kita.

“Kita melihat Disnakertrans sudah bisa menekan jumlah penggangguran dari tahun 2017 ke tahun 2018 itu sekitar 3 ribuan lebih dan ini angka yang cukup signifikan,” terangnya

Yazidie berharap ke depannya Disnakertrans ini bisa meminimalkan atau kalau perlu tidak ada lagi pengangguran melalui sekitar 4.225 perusahaan di Kalsel bisa terserap dan kita harapkan perusahaan-perusahaan juga proaktif memberikan kesempatan kepada tenaga kerja kita yang kita usahakan sudah siap pakai dan terampil.

“Artinya tenaga kerja lokal itu mendapat skala prioritas sesuai Perda Ketenagakerjaan yang kita miliki,” bebernya.

Lanjut mantan Ketua KNPI Kalsel ini tolak ukur jumlah pengangguran dari tahun 2017 sekitar 98 ribu lebih itu mengalami penurunan menjadi 95 ribu di tahun 2018, artinya ada penurunan sekitar 3 ribu lebih.

“Kita apresiasi Pemerintah Daerah, Paman Birin dan SKPD melalui tupoksinya bahwa mereka betul-betul bekerja dengan target yang terukur,” ujarnya.

Sementara itu Kadisnakertrans Kalsel H Sugian Noorbah mengatakan, pihaknya bisa menekan jumlah pengangguran dari tahun ke tahun itu sesuai visi misi Gubernur mewujudkan Kalsel terampil maka kami berusaha melaksanakan beberapa kegiatan, antara lain pelatihan melalui BLK, magang dan mempertemukan antara pencari kerja dengan perusahaan serta kegiatan pengawasan dan hubungan industrial.

“Empat kegiatan yang kita laksanakan inilah alhamdullilah mampu menekan angka pengangguran di Kalsel,” ucap Sugian Noorbah.

Baca juga=Banjarmasin siap Deklarasikan “Kota Bebas Pasung”

Sugian menandaskan upaya menekan jumlah pengangguran di Kalsel setiap tahun begitu juga di tahun 2019 ini bahkan selama ini yang kita didik hampir semuanya diterima kerja.

“Sekitar 600 orang sesuai anggaran yang ada. Alhamdullilah selama ini yang kita latih itu terserap di berbagai perusahaan,” terangnya.

Penulis : Sidik Alfonso
Editor : Aspihan Zain
Penanggungjawab : SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com