Kalsel Daerah Rawan Penyalahgunaan Narkoba

oleh -230 views
Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengibaskan bendera start sebagai tanda dimulainya gerak jalan sehat dalam rangka Hari Anti Narkoba Internasional di Provinsi Kalsel.(Anas Aliando)

BANJARMASIN, kalselpos.com – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengajak semua lapisan masyarakat Kalimantan Selatan untuk ikut memberantas dan menghancurkan Narkoba di bumi Lambung Mangkurat.

Hal itu disampaikannya ketika menyampaikan sambutan pada acara Jalan Sehat dan Pergelaran Seni P4GN Hari Anti Narkoba Internasional di Kalimantan Selatan bertempat di Siring Nol Kilometer, Minggu (21/7/2019) pagi.

Baca juga=Banjarmasin siap Deklarasikan “Kota Bebas Pasung”

“Mari kita hancurkan dan bumi hanguskan Narkoba di Bumi Lambung Mangkurat. Narkoba menghancurkan anak bangsa dan menghambat kesejahteraan,” ujar gubernur yang akrab dipanggil Paman Birin tersebut.

Kepada para bandar, Paman Birin meminta untuk menghentikan usahanya dalam peredaran gelap Narkoba. “Janganlah mencari rezaki diatas penderitaan anak bangsa. Mari kita doakan semoga para bandar segera sadar dan bertobat,” harapnya.

Gubernur juga menyampaikan amanat Wakil Presiden Jusuf Kalla. “Negara kita pada tahun 2024 bercita – cita menjadi negara ekonomi terkuat. Diperlukan sumberdaya manusia yang tangguh, etos kerja yang kuat, produktif dan menguasai IPTEK serta kemampuan manajemen,” ujar Jusuf Kalla.

Disampaikannya, jumlah penduduk Indonesia terbesar ke 4 di dunia. Tantangan besar kita adalah kejahatan Narkoba. Ditengah perang gelap peredaran Narkoba bila tidak ditangani mengancam eksistensi bangsa.

“Sedini mungkin menjaga agar tidak terjerumus peredaran Narkoba. Narkoba
merupakan tantangan pembangunan,  masa depan bangsa dan negara. Mari kita konsesten, bersenergi agar SDM Indonesia maju, berdaulat mandiri berlandaskan gotong royong,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Provinsi Kalsel, Aris Pornomo mengatakan, Kalsel termasuk daerah rawan Penyalahgunaan narkoba. Setiap tahun jumlah pengguna dan pengedar narkoba cenderung meningkat. “Dalam dua tahun terakhir, jumlah pecandu dan pengedar narkoba di Kalsel jumlahnya cenderung meningkat. Ini adalah tantangan kita bersama,” ujarnya.

Tantangan lainnya, lanjut Aris adalah, bermunculannya jenis narkoba baru. Pihaknya juga terus gencar melakukan sosialisasi tentang bahaya  Narkoba. “Kegiatan sosialisasi narkoba antara lain pembentukan regulasi di lembaga Pemda, Tes urin PNS dan Calon ASN,” ujarnya.

Baca juga=Banjarmasin siap Deklarasikan “Kota Bebas Pasung”

Pada kesempatan ini juga diberikan penghargaan kepada Lima instansi yang aktif melakukan pencegahan dan pemberantasan Narkoba yaitu Bank Indonesia perwakilan Kalsel, UIN Antasari,  Camat Banjarmasin Tengah, RS Andi Abdurrahman Noor Tanah Bumbu dan PT Adaro Indonesia.

Penulis: Anas Aliando
Penanggungjawab: SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com