Harga Cabai Rawit masih “Pedas”

oleh -485 views

KOTABARU, Kalselpos.com – Masih tingginya harga cabai rawit di pasaran tentu berdampak pada penjualan dan kebutuhan konsumen sehari-hari yang menggunakan bahan baku yang satu ini. Sebanding dengan rasanya, cabai jenis ini masih di angka kisaran Rp70 hingga Rp80 ribu perkilogramnya di jual di pasar Kemakmuran Kabupaten Kotabaru.

“Mau tidak mau kami dari kalangan pedagang mesti menjualnya dengan harga tinggi, karena dari ambilan awalnya sudah naik duluan, dan sebagiannya bahan baku didatangkan dari Kabupaten yang ada di hulu sungai,” papar Sarifudin, kepada kalselpos.com, salah seorang pedagang cabai di pasar Kemakmuran Kotabaru, Selasa (9/7).

Baca juga=Bupati Kotabaru raih Penghargaan MMK

Dikatakannya, untuk harga cabai jenis tiung, sebelumnya di jual seharga Rp35 ribu sampai Rp40 ribu dan sekarang naik menjadi Rp60 ribu sampai Rp70 ribu perkilogramnya, kenaikannya baru dirasakan beberapa hari terakhir.

“Kita sih berharapnya harga cabai ini akan segera normal kembali, karena dengan kondisi yang sekarang tentu bisa kita rasakan dampaknya,” harapnya.

Senada dengan itu, pedagang lainnya, untuk cabai yang ia jual berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kandangan. Sedangkan untuk jenis cabai yang diambil dari lokal Kabupaten Kotabaru seperti daerah Cantung dan Hampang harganya sedikit lebih murah karena ongkos ambilnya tidak terlalu besar.

“Kalau saya melihat kenaikan harga ini selain bahan bakunya kurang, juga tanaman cabai yang ditanam oleh petani banyak yang terserang hama sehingga hasil produksi otomatis menurun,” ujar Baiq Siti Fatimah.

Dilain kesempatan, Yuli pemilik warung makan Family yang berada di kawasan Siring Laut Kotabaru mengatakan, dengan kenaikan harga cabai yang di jual oleh pedagang di pasar pastinya berimbas pada pemakaian sambal jadi yang di suguhkan kepada pelanggan di warungnya.

“Biasanya kalau untuk makanan jenis lalapan sambal yang saya berikan kepada pelanggan sebanyak 1,5 sendok makan, namun sekarang karena cabai harganya mahal terpaksa di kurangi menjadi 1 sendok makan saja, dan itu untuk mensiasatinya,” katanya.

Baca juga=Bupati Kotabaru raih Penghargaan MMK

Ia berharap harga cabai kembali normal sehingga keperluan sambal utamanya di warung-warung makan dapat terpenuhi sesuai harapan. “Mudah-mudahan saja harga cabai kembali turun seperti sebelumnya, saya hampir setiap hari pergi kepasar pastinya mengetahui harga kebutuhan bahan pokok naik,” jelasnya berharap.

Penulis : Ardiansyah/Muliana/Uzi
Editor : Aspihan Zain
Penanggungjawab : SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com