Hanif Prihatin, Kalsel masih “Impor” Tusuk Sate

oleh -153 views
Hanif Faisol Nurofiq, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel.(Anas Aliando)

BANJARMASIN, kalselpos.com – Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan Hanif Faisol Nurofiq prihatin, Kalsel masih “impor” tusuk sate dan tusuk gigi dari Malang Jawa Timur. Padahal tanaman bambu di Bumi Antasari melimpah terutama di daerah hulu sungai.

“Saya prihatin kita masih “impor” tusuk sate dan tusuk gigi. Padahal bambu di banua tumbuh subur dan melimpah terutama di daerah hulu sungai,” ujarnya kepada kalselpos.com, Selasa (2/6/2019) siang.

Baca juga=Smart City Banjarmasin Pilar Smart People

Karena itulah, Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel berupaya memberdayakan masyarakat yang tinggal di daerah penghasil bambu seperti di Kandangan, Barabai, Paringin dan Tabalong untuk dilatih membuat tusuk sate dan tusuk pentol.

“Beberapa waktu yang lalu, saya sudah berkunjung ke Malang melihat secara langsung usaha tusuk sate di sana. Kita akan segera berdayakan masyarakat untuk membuka usaha pembuatan tusuk sate ini dengan memberikan pelatihan dan studi banding ke Malang,” cetusnya.

Hanif berujar, tumbuhan bambu yang melimpah di banua sangat sayang kalau tidak dimanfaatkan secara maksimal karena mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Karena selama ini bambu hanya digunakan sebagai bahan untuk membuat kandang ayam dan tangga untuk membuat bangunan.

Baca juga=Smart City Banjarmasin Pilar Smart People

“Kita  bantu membelikan mesin pembelah bambu, pencacah dan peruncing. Kita juga kirim petugas dan petani untuk belajar bikin tusuk sate ke Malang,” tandasnya.

Penulis: Anas Aliando
Editor: Aspihan Zain
Penanggungjawab: SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com