Bambang HS Kritik Pemberlakuan BBM B30

oleh -232 views
Bambang Haryo Soekartono Anggota Komisi V DPR -RI

JAKARTA, kalselpos.com – Kebijakan pemerintah pemberlakuan Bahan Bakar Minyak (BBM) B30 dengan alasan subtitusi impor di kritik oleh anggota DPR -RI komisi V Bambang Haryo Soekartono.

“Pemberlakuan Biodiesel B30 persen tersebut terkesan berpihak pada kapitalis, tidak memperdulikan kepentingan masyarakat secara luas dan keselamatanya,” ucap Bambang.

Baca juga=Istri Gubernur DKI Jakarta terpesona keelokan Tahura Sultan Adam

“Kebijakan tersebut hanya mengecoh. Indonesia baru dberlakukan BBM B20 saat ini,” kata Bambang.

Hal demikian, sambung Bambang, yang pertama di dunia, diketahuinya seluruh negara hanya menggunakan B5, B7 sampai B10. Misalnya, Malaysia Australia, Argentina, Kanada dan India.

Menurutnya, bahwa dampak Multiplayer effect kenaikan biodiesel diatas 10% berakibat fatal terhadap semua mesin-mesin industri dan transportasi karena minyak biodiesel diatas 10% merusak mesin.

Disampaikanya, secara keseluruhan, sangat berpengaruh terhadap ekonomi indonesia. Akibat dampak tersebut, akan terjadi ruang bakar menjadi kotor, mesin panas, saringan dan injectot cepat rusak

“Subtitusi impor yang dikatakan berpengaruh besar, kenyataanya sangat kecil, karena solar adalah bagian kecil dari impor migas, yaitu hanya 4,6 juta ton per tahun, sedangkan total migas 50,4 juta ton per tahun,” tutur anggota DPR -RI itu, Jumat (20/07/2019).

Baca juga=Istri Gubernur DKI Jakarta terpesona keelokan Tahura Sultan Adam

Selain itu, diungkapkanya, Impor migas kita pun hanya 15 persen dari impor non-migas, dimana impor non-migas tahun 2018 sebesar 29.868 juta USD. Menurutnya, subtitusi biodiesel B20, B30 dan B100 pun tidak akan berdampak signifikan terhadap nilai impor Indonesia, tetapi justru akan menghancurkan.

Penulis: Muliadi/rel
Editor:Wandi
Penanggung jawab:SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com