Vidio Rudapaksa Anak Dibawah Umur Tersebar, Empat Pelaku Dibekuk satu Masih Buron

oleh -282 views

SAMPIT, Kalselpos.com – Warga Kuala Kuayan Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah dihebohkan peristiwa rudal paksa terhadap anak di bawah umur.

Peristiwa pencabulan ini terungkap setelah video aksi tak senenoh yang dilakukan lima pemuda terhadap seorang anak perempuan berumur 13 tahun tersebut tersebar luas di masyarakat.

Baca juga=Tiga tersangka pengedar sabu-sabu ditangkap di Sampit

Parahnya empat dari lima pelaku pencabulan merupakan anak dibawah umur sementara satu pelaku lainnya sudah berumur diatasnya 18 tahun.

Kapolres AKBP Mohammad Rommel didampingi Kompol Kompol Endro Ariwibowo di Sampit, Selasa (18/6) mengatakan, terungkapnya kasus pencabulan ini hasil Lidik dari anggotanya di lapangan dimana berawal dari beredarnya video porno terkait peristiwa tersebut.

Berdasarkan kronologis peristiwa saat kejadian, korban bersama dua rekannya hendak pulang usai mencari buah dan melintas di sebuah pondok yang saat itu ada salah satu tersangka.

Ditambahkannya, salah satu tersangka sempat berpesan agar korban mampir ke pondok itu setelah mengantar temannya.

Tidak lama kemudian, korban yang masih polos, kembali ke pondok itu. Korban kemudian dibawa masuk ke pondok yang di dalamnya ternyata sudah ada empat pelaku lainnya, kemudian terjadilah pemerkosaan itu.

Baca juga=Tiga tersangka pengedar sabu-sabu ditangkap di Sampit

Saat kejadian, masing-masing tersangka melakukan tindakan berbeda-beda. Ada yang melakukan persetubuhan atau memerkosa, melakukan pencabulan, membekap mulut, menangkap kaki dan tangan korban, serta ada yang membuat video dengan merekam kejadian.

“Saat itu ayah korban tidak tahu karena anaknya tidak berani melapor. Setelah melalui pendekatan, korban akhirnya mengaku,” kata Rommel.

Disampaikannya, dari lima pelaku, empat orang berhasil diamankan, sedangkan satu orang lainnya masih dalam pengejaran. Pengakuan salah satu tersangka, sebelum kejadian itu mereka meminum minuman keras tradisional yang disebut baram.

“Para tersangka dikenakan pasal-pasal dalam Undang-Undang Perlindungan Anak, Undang-Undang tentang Pornografi karena pembuatan konten dan juga sedang kami selidiki kaitannya dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik kaitannya bagi yang menyebarkan video,” tandas Rommel.

Penulis:wandi/ant
Editor:Wandi
Penanggung jawab: SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com