Tega, Ayah Hamili Anak Kandungnya

oleh -350 views

PELAIHARI, Kalselpos.com – Entah setan apa yang merasukinya, hingga seorang ayah di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel) tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri sejak Oktober 2018 sampai Februari 2019 dan menyebabkan korban hamil.

Pelaku sudah sering melancarkan aksinya kepada korban setiap ibu dan semua adik adiknya tidur semua. Korban sendiri selalu melawan saat ayahnya melakukan aksi bejatnya namun ia kalah tenaga dan selama ini korban tidak berani melapor karena di ancam oleh pelaku.

Baca juga=Pemkab Tanah Laut berencana bangun lapangan basket

Karena aksinya yang bejat, pelaku berinisial MJ (44) itu akhirnya ditangkap oleh Unit Resmob Polda Kalsel saat ia berada di wilayah Kilometer 7 Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar, Selasa (11/6) sekitar pukul 08.30 Wita.

“kita lakukan penangkapan terhadap pelaku yang kemudian untuk penanganan kasus selanjutnya berada di Polres Tanah Laut,” Ucap Dirreskrimum Polda Kalsel melalui Kasubdit Jatanras AKBP Afebrianto membenarkan, Kamis (13/6).

Kapolres Tanah Laut, AKBP Sentot Adi Dharmawan menerangkan perbuatan keji MJ akhirnya dapat terbongkar ketika Kakek dan Nenek dari NL berkunjung setelah Hari Raya Idul Fitri 1440 H, melihat cucunya yang pucat, badannya kurus namun perutnya besar mereka menyangka NL mengalami penyakit tumor.

Baca juga=Pemkab Tanah Laut berencana bangun lapangan basket

Mengetahui hal tersebut NL di bawa ke Palangkaraya untuk berobat ke orang terdekat dari si nenek yang ternyata adalah seorang bidan, namun bidan tersebut malah menyarankan untuk segera memeriksa di Rumah Sakit Bhayangkara Palangkaraya dan setelah diperiksa disana korban dinyatakan positif hamil.

Korban pun akhirnya ditanya oleh kakek dan nenek nya hingga akhirnya ia mau menceritakan yang telah menyetubuhi dirinya adalah ayah kandungnya sendiri. Mendengar cerita itu kakek dan neneknya pun langsung membawa korban kembali ke Tanah Laut dan melaporkan kejadian tersebut pada Polres Tanah Laut untuk proses lebih lanjut.

“Karena perbuatannya ia dijerat Pasal 81 UU RI No 35 Th 2014 Tentang Perubahan atas UU RI NO 23 Th 2000 Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis: Krisna
Editor: Wandi
Penanggung Jawab: SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com