RSUD Ulin bantah “Menahan” Wewen

oleh -231 views

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Wewen bocah berusia 5 tahun yang dikabarkan tertusuk kayu dibagian sisi pipi tertahan di RSUD Ulin Banjarmasin dan tidak diperbolehkan pulang karena tidak mampu membayar biaya pasca menjalani operasi Rp. 15.544.500. Berdasarkan informasi yang didapat kronologisnya Wewen yang tinggal bersama neneknya di Desa Tinggiran Kabupaten Barito Kuala ( Batola) mengalami musibah waktu itu tanggal 28 Jini 2019 tepatnya hari jumat sekitar pukul 17.00 wita hendak beli pentol sambil jalan bawa kayu yg tertesuk itu, pada saat jalan tertinglungkup dan kayu yg dia bawa menusuk samping kulit si bocah.

Baca juga=Teriakan “MURKA” membahana di Banjarmasin City Rock 2019

Setelah kejadian tersebut Wewen di bawa ke rumah sakit TPT namun dirujuk ke RSUD Ulin karena keterbatasan peralatan medis.
Bocah malang tersebut sudah menjalani operasi di ruang tulif kamar 10 no 3. Permasalahnya opersinya harus masuk umum karena tidak memiliki kartu BPJS.
Persoalan muncul saat ini Wewen sudah di operasi tetapi tidak bisa pulang dari rumah sakit di karenakan tidak punya biaya untuk membayar biaya rumah sakit. Pemkab Batola melalui camat Tamban, Supian Suri berjanji akan membantu proses pembiayaan rumah sakit melalui Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) karena Wewen sendiri berasal dari keluarga tidak mampu.

 

“Ya Kami akan bantu untuk pengurusan biaya rumah sakit, selebihnya untuk biaya makan minum semoga ada dermawan bisa meringankan beban Wewen,” ujar Supian.

Sementara itu direktur utama RSU Ulin, dr Hj Suciati M.Kes ketika dikonfirmasi Kalselpos Minggu (30/06) mengatakan, pada prinsipnya rumah sakit terbuka bagi siapa saja, dan Wewen sudah menjalani operasi serta perawatan yang maksimal dari petugas, sebenarnya ada mis komunikasi saja ketika dikabarkan RSUD Ulin tidak memperbolehkan Wewen pulang karena itu tidaklah benar

” Kami hanya memastikan perawatan sudah sesuai dengan SOP, dan juga pasca operasi tentu ada tahapan perawatan,” kata Suci

Ia menambahkan, terkait dengan biaya operasi tersebut sebenarnya bisa dipakai melalui dana talangan rumah sakit asal orang tua atau keluarga Wewen cukup menyertakan surat tidak mampu dari tingkat Rt, kepala desa (lurah) dan camat setempat

” Kami tidak mempersulit pasien bahkan pelayanan tetap kita berikan meski administrasi kemudian,” beber mantan dirut RS Ratu Zaleha Kabupaten Banjar ini

Oleh karena itu sambung Suci, jika pihak keluarga ingin membawa pulang Wewen dipersilahkan, dan menyarankan kepada pihak keluarga agar bisa merawat Wewen dengan baik pasca operasi.

Baca juga=Teriakan “MURKA” membahana di Banjarmasin City Rock 2019

Penulis : Sidik Alfonso
Editor : Aspihan Zain
Penanggungjawab : SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com