Ribuan Warga Empat Desa Gelar Demo di Jalan Houling Perusahaan Batubara

oleh -873 views

Masyarakat Sungai Loban dan Kusan Hulu tuntut Royalti kepada PT. BIB


BATULICIN, Kalselpos.com– Sekitar dua ribuan lebih masyarakat melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Jalan Goulding PT Borneo Indo Bara(BIB) Sebamban Baru.

Masyarakat yang hadir berasal dari empat desa yaitu Desa Hateip, Desa Mangkal Api dari Kecamatan Kusan Hulu,  Desa Sebamban Baru dan Sebamban Lama, dari Kecamatan Sungai Loban.

Mereka berkumpul di depan Sekretariat Lembaga Swadaya FBM Borneo Pada hari Rabu (19/19) Pagi mulai pukul 09.00.

Masa berkumpul kurang lebih 3 jam di Sekretariat FBM Borneo. dari pukul 09.00 Hingga pukul 13.45 wita setelah itu sebagian Pemilik lahan yang berjenis kelamin perempuan disuruh pulang. terutama mereka yang membawa anak kecil.

Baca juga=PT. Nusantara Batulicin Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Karang Bintang

Sementara bagi laki laki mereka bertahan di Sekretariat, untuk melakukan musyawarah dengan pihak PT. Borneo Indo Bara.

Hingga Pukul 16.00 wota Berdasarkan pantauan Kalsel pos dilapangan belum ada kejelasan dari pihak Perusahaan Tambang yang cukup besar ini di wilayah Tanah Bumbu.

Surya Aji Saka selaku Ketua LSM FBM Borneo kepada Kalsel pos menuturkan, Bahwasanya latar belakang dari tuntutan itu adalah dikarenakan masyarakat mulai 2007 tidak diperbolehkan beraktifitas di wilayah tersebut, baik berkebun, bercocok tanam dan lain nya.

Dalam gugatan nya ada berjumlah 17.000 hektare lahan yang diklaim oleh Masyarakat. Yang terbagi di empat desa. Yang pertama Desa Mangkal Api, Desa Hateip kedua desa tersebut berada di Kecamatan Kusan hulu.

Untuk dua desa lainya berada di Kecamatan Sungai loban yaitu Desa Sebamban Lama dan Desa Sebamban Baru.

Baca juga=PT. Nusantara Batulicin Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Karang Bintang

“Sementara legalilas Masyarakat itu, berupa kepemilikan tanah berupa segel. Yang terbagi menjadi 9000 jenis segel kepemilikan, baik induk ataupun segel pecahan “Jelas Aji Saka.

Lebih lanjut lagi, dia bersama masyarakat sudah dua kali turun ke lokasi yang pertama pada bulan Maret dengan jumlah masa sekitar 4000 orang.

“Dalam tuntutan kami meminta Kompensasi royalti 10.000/ ton lokasi yang di area eksploitasi tambang dan 5000/ton untuk tanah kami yang berada di jalan Houling PT. BIB.

Disampaikanya, sejauh ini masyarakat tidak ditanggapi oleh pihak perusahaan. Kami mencari pengayoman, tapi selama ini tidak tempat untuk memediasi.

“Kalau pemerintahan tanggap tentu nya sudah di respon sejak lama. Bahkan kami meminta Bantuan ke Menkopolhukam tapi proses nya membelit selama 3 bulan ini,” Beber nya.

Aji Saka pun menjelaskan, bahwa, sudah ada respon dari pihak perusahaan. Kami menunggu Time Scedul dan Musyawarah dengan pihak perusahaan malam ini. Manakala tidak ada kejelasan, maka, kami akan menginap dan membikin pondok pondok untuk kami tempati sementara.

“Kami berharap apa yg dikatakan BIB baik time scedul ataupun perjanjian nanti tidak membelit. Kami pun tidak menuntut pembayaran yang telah lalu aktifitas tersebut berjalan. Tapi, kami meminta pembayaran setelah perjanjian ini disepakati bersama,”pungkas nya.

Hingga berita ini diturunkan saat di hubungi via seluler oleh Kalsel Pos, bahkan dengan WA pihak perusahaan tidak memberikan jawaban .

Sekedar informasi yang digalang Kalsel Pos, luasan Perusahaan PKP2B PT. BIB berjumlah 24000 Hektar lebih 100 Hektar meter persegi. Yang terbagi di 3 Kecamatan (Angsana, Sungai loban dan Kecamatan Kusan hulu).

Penulis:Kristiawan/syahriadi
Editor:Wandi
Penanggung jawab:SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com