Pelaku UMKM di Kalsel dilatih Memasarkan Produk menggunakan Jasa Riset di Era Digital

oleh -270 views

BANJARMASIN, kalselpos.com – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kalimantan Selatan melaksanakan kegiatan Workshop & Training Road to Digital by Product Research and Website bagi pelaku UMKM  bertempat di Hotel Aria Barito Banjarmasin, Sabtu (29/6/2019).

Wakil Ketua APINDO Kalsel Ana Trumbene menjelaskan, workshop kali ini diikuti 80 pelaku UMKM se Kalimantan Selatan.

“Mengelola bisnis zaman sekarang tidak sederhana. Semua berubah, selalu  ada hal baru. Perusahaan kecil mengalami jalan buntu khususnya untuk memasarkan produknya. Karena itulah kami mendatangkan narasumber dari pusat menyampaikan bagaiman UMKM bisa memasarkan produknya menggunakan jasa riset di era digital saat ini,” ujarnya.

Baca juga=Incar Banjarmasin Satu, M Yamin tunggu Restu

Disampaikannya,  APINDO Kalsel dan pusat memberikan  solusi cerdas. Namanya reset pasar untuk memanfaatkan sarana digital.

“Semoga workshop ini berguna bagi UMKM di Kalsel. Sehingga bisa lebih maju dan berkembang dan bisa go Internasional,” harapnya.

Kepada peserta, Ana mengharapkan dapat mengikuti pelatihan dengan seksama dan dapat meraih manfaat yang sebanyak banyaknya.

Mewakili Ketua APINDO pusat, Lues Nere mengatakan, acara ini bertujuan  membantu UMKM di Kalsel agar lebih baik. “Dengan pelatihan ini  mencoba memberikan training. APINDO pusat akan full sport. Akan ada lanjutan paling tidak acara serupa bisa diadakan setahun dua kali. Kami siapkan trainer dan pembicara dari pusat,” ujarnya.

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Politik Gusti Syahyar menyampaikan,  kalau kita amati betapa dahsyatnya UMKM. 95 persen pelaku usaha itu adalah UMKM, usaha besar cuma satu persen. Pemerintah menyambut baik acara ini. Betul betul memberdayakan dan  mengangkat peran menggerakkan ekonomi Banua.

“Ada 40 ribu lebih UMKM di Kalsel. Terbanyak ada di desa. Peran dana desa untuk  mengembangkan UMKM perlu ditingkatkan. Usaha mekro modal 25 juta ke bawah. Mereka tidak terpengaruh ekonomi dunia. Acara ini merupakan Kegiatan startegis untuk mengangkat  UMKM di Kalsel,” ujarnya.

Disampaikannya, dari 58,9 juta pelaku UMKM di Indonesia, 60 persen adalah wanita. Kalau mau lihat wanita tangguh lihat pasar terapung. Betapa kuatnya peran ibu – ibu dalam mendongkrak ekonomi keluarga.

“Tanggal 5 dan 6 Juli 2019, kita bakal kedatangan tamu dari seluruh Indonesia diperkirakan15 ribu orang dalam acara Harganas. Pemprov akan menggelar bazar di Banjarbaru. Banyak uang akan beredar disitu.  Bagaiman UMKM  bisa berperan penting dalam moment itu, pemprov siap mendukung silakan hubungi dinas terkait,” cetusnya.

Saat ini, lanjutnya, 4 juta sudah UMKM menggunakan media online dalam pemasaran. Ini sangat menggembirakan, mari kita gunakan teknologi untuk memudahkan pemasaran. Tentunya perlu pembinaan dari sisi kemasan dan lainnya.

Baca juga=Incar Banjarmasin Satu, M Yamin tunggu Restu

Gubernur mengharapkan, pelaku UMKM harus bisa melakukan riset pasar. Kelemahan dari segi modal dan pemasaran. Karena itu pemprov punya dana bergulir simpan pinjam dana untuk perempuan. Uang yang beredar sudah lebih Rp300 milyar. “Pemerintah selalu bersinergi mengembangkan potensi UMKM. Dari kegiatan ini diharpkan ada masukan untuk pemerintah agar bisa lebih memajukan UMKM di Kalsel,” tandasnya.

Penulis: Anas Aliando
Editor: Aspihan Zain
Penanggungjawab: SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com