Mewujudkan Kesejahteraan Dunia dan Akhirat, Pemkab HSS Tingkatkan Membaca Al Quran Jadi 15 Menit

oleh -212 views
SAMBUTAN- Bupati HSS, Achmad Fikry didamping Wakil Bupati, Syamsuri Arsyad, memberikan sambutan dalam halal bi halal ‎Pimpinan Majelis Raudhatul Ghanna Annabawiyah Kandangan, Guru Ahmad Syairazi.

KANDANGAN, Kalselpos.com– Mewujudkan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) sejahtera dunia dan akhirat seperti kegiatan wajib membaca Al Quran 5 menit sebelum bekerja, sekarang ditingkatkan menjadi 15 menit sehari, khususnya dlingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab).

BERJALAN- ‎Bupati HSS, Achmad Fikry, berjalan menuju Pompes Ghanna Annabawiyah Kandangan, ingin bersilaturahmi dengan Guru Ahmad Syairazi.(Humas)

“D‎isetiap ruangan kantor SKPD, saat ini sudah mulai untuk menyediakan kotak Infak 1.000 rupiah. Kegiatan dilaksanakan setelah absen pagi,” ujar Bupati HSS, Achmad Fikry, saat halal bi halal dengan ‎Guru Ahmad Syairazi, Pimpinan Majelis Raudhatul Ghanna Annabawiyah Kandangan, Senin (24/06), yang dihadiri Wakil Bupati, Syamsuri Arsyad dan jajaran SKPD.

Baca juga=PGRI HSS Halal Bi Halal dengan Bupati Fikry

Menurut Fikry, hasil uang infaq yang terkumpul akan diberikan kepada yang membutuhkan‎. “Inilah salah-satu makna yang kita ambil dari bulan Suci Ramadhan tadi untuk saling berbagi dengan sema warga yang membutuhakan,” ungkap Fikry.

Bupati Fikry mengucapkan terima kasih kepada ‎Guru Ahmad Syairazi, yang telah mendidik anak-anak di pondok, sehingga memiliki akhlak dan ilmu agama yang mumpuni. “Semoga Guru diberikan kemudahan dan selalu istiqamah dalam memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” ucap Fikry.

SAMBANGI- Bupati HSS, Achmad Fikry sambangi ‎Pimpinan Majelis Raudhatul Ghanna Annabawiyah Kandangan, Guru Ahmad Syairazi, saat ingin halal bi halal‎.(Humas)

Sementara itu, Pimpinan Majelis Raudhatul Ghanna Annabawiyah, Guru Ahmad Syairazi, mengajak masyarakat Kabupaten HSS bersyukur, karena diberikan pemimpin yang sangat suka berbagi, bersilaturrahmi dengan para ulama.

Menurutnya, jarang sekali ditemui di daerah lain dan ini sangat sesuai dengan yang telah dilakukan oleh para khalifah terdahulu, di mana mereka selalu melibatkan ulama dalam setiap pengambilan kebijakan terhadap masyarakat. “Ini sangat baik dicontoh dan diteladani bagi daerah lainnya,” katanya.‎

Dikatakannya, pendidikan agama yang dilakukan di Pondok Pesantren Dalam Pagar, tahun ini hampir 600 santri baru yang diterima. “Sesuai dengan komitmen untuk 80 persen yang diterima dipondok anak-anak asal HSS dan 20 persen dari daerah luar,” ujarnya.

Ia berharap, kepada Pemkab HSS melalui dinas terkait, ‎agar memberikan pelatihan atau keterampilan kepara para santri kelas III Ulya, baik untuk bidang industri, pertanian, peternakan sebagai bahan keterampilan mereka kelak.

Baca juga=PGRI HSS Halal Bi Halal dengan Bupati Fikry

Selain itu, ia mengusulkan ‎gerakan cinta bertasbih seperti Rasulullah dalam menjalani dakwahnya, untuk melapangkan pikiran dan hati. “Nabi mengajarkan kita untuk perbanyak tasbih.  Dengan tasbih jiwa dan roh akan kuat, sehingga ketenangan dalam bekerja akan didapatkan,” ujarnya.

‎Penulis : Sofan
Editor : Wandi
Penanggung Jawab : SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com