Infrastruktur Listrik “tergantung” Akses Jalan

oleh -257 views
Setelah menunggu belasan tahun, masyarakat desa Rantau Balai, Rantau Bujur dan Apuai akhirnya bisa menikmati listrik 24 jam setelah dibukanya akses jalan Tol Banjarbaru-Batulicin yang melintasi desa mereka.(Anas Aliando)

MARTAPURA, Kalselpos.com – Masyarakat di tiga desa di wilayah Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar yaitu desa Rantau Bujur, Rantau Balai dan Apuai belasan tahun belum bisa menikmati listrik secara penuh 24 jam.

Selama ini masyarakat hanya kebagian strum dalam satu hari satu malam hanya 12 jam saja. “Listrik hanya menyala 12 jam dalam sehari. Itu sudah berlangsung belasan tahun,” ujar Subliansyah Kepala Desa Rantau Bujur kepada Kalsel Pos, Rabu (19/6/2019) siang.

Baca juga=Simpan Sabu Tiga Pria Asal Martapura Ditangkap Di Hotel

Disampaikannya, akibat dari keterbatasan aliran listrik tersebut, menjadikan desa mereka lambat maju karena nyaris semua kehidupan masyarakat tergantung dengan adanya listrik. “Usaha kami tidak maksimal karena tidak ada listrik, tanpa listrik anak – anak susah belajar, tidak bisa nonton TV dan mencas Handphone,” tuturnya.

Subli mengatakan, setelah melalui masa penantian yang panjang, akhirnya berkat upaya yang dilakukan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dengan membangun Jalan Tol Banjarbaru-Batulicin yang melintasi desa mereka, akhirnya PT PLN bisa membangun sarana kelistrikan di desa mereka dan sejak kemarin masyarakat di tiga desa tersebut sudah bisa menikmati aliran listrik selama 24 jam.

“Terima kasih Paman Birin, berkat upaya yang dilakukan bapak, akhirnya kami bisa menikmati listrik 24 jam. Kemudian dengan jalan tol Banjarbaru-Batulicin bisa digunakan, sangat membantu kami menuju Banjarbaru dan Martapura,” ujarnya.
Disampaikan Subliansyah, selama ini warga kalau mau menjual hasil kebun seperti Lada, Kayu Manis, Karet, Jahe dan Kunyit hanya mengandalkan transportasi sungai yaitu kelotok.

Baca juga=Simpan Sabu Tiga Pria Asal Martapura Ditangkap Di Hotel

Secara terpisah, Plh GM PT PLN Wilayah VI Kalselteng Iteng Sari Indah Damayanti mengatakan, dengan dibukanya akses jalan bisa memudahkan pihaknya membangun jaringan baru. “Selama ini akses jalan tidak memungkinkan bagi kami membangun infrastruktur listrik. Dengan adanya akses jalan ini kami baru bisa mewujudkan suplay listrik secara penuh,” ujarnya.

Penulis: Anas Aliando
Editor: Aspihan Zain
Penanggungjawab: SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com