Indeks Pemberdayaan Konsumen Kalsel baru 40,41 Persen

oleh -389 views
Sekda Provinsi Kalsel Abdul Haris Makkie (tengah) memberikan pernyataan kepada wartawan terkait masih rendahnya Indeks Pemberdayaan Konsumen di Kalsel yang kini baru 40,41 persen.(Anas Aliando)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Kementerian Perdagangan RI melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan Konsumen Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga menggelar acara Penyuluhan Perlindungan Konsumen dengan tema ‘Saatnya Konsumen Indonesia Berdaya’ bertempat di Hotel Gulden Tulip Banjarmasin, Senin (24/6/2019) siang.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI, Veri Anggrijono mengatakan, indeks pemberdayaan konsumen di Indonesia baru mencapai 48 persen. Ini fakta, bahwa konsumen Indonesia masih belum dapat dikatakan konsumen yang cerdas.

Baca juga=Peringati Hari jadi Banjarmasin, lomba Bakudak dan Video Pendek kembali Digelar

“Ini menunjukkan pemahaman konsumen kita masih rendah. Dia sudah tahu hak dia sebagai konsumen, tetapi belum berani untuk melakukan gugatan terhadap pelaku usaha,” ujarnya.

Disampaikan Veri, sering kali dijumpai di pasar-pasar modern, hak-hak konsumen tidak sepenuhnya diperhatikan. Uang kembalian berbelanja merupakan hak konsumen, tetapi kenyataanya banyak yang menukarnya dengan permen.

“Hak Anda sebagai konsumen harus ditegakkan. Ingat, bahwa permen bukan merupakan alat tukar barang. Begitu juga dengan kasir yang meminta untuk sebagian uangnya disumbangkan, itu juga tidak boleh,” paparnya.

“Konsumen yang cerdas, lanjut Veri, adalah konsumen yang berani menegakkan hak-haknya sebagai seorang konsumen. Setelah sosialisasi ini, tidak ada lagi konsumen yang takut untuk protes jika tidak mendapatkan haknya sebagai konsumen,” jelasnya sembari menegaskan, pelaku usaha memiliki tanggung jawab yang lebih terhadap barang dan jasa yang ditawarkannya, sehingga konsumen dapat terpuaskan.

“Yang paling penting adalah mencintai produk dalam negeri. Produk-produk Indonesia tidak kalah bersaing dengan produk luar negeri. Jangan beranggapan produk luar negeri itu semuanya baik, justru konsumen harus lebih cerdas membeli barang dari produk luar negeri,” imbuhnya.

Baca juga=Peringati Hari jadi Banjarmasin, lomba Bakudak dan Video Pendek kembali Digelar

Sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Abdul Haris Makkie mengatakan, pemerintah selalu mendorong masyarakat untuk lebih cerdas sebagai konsumen. “Di Kalsel sudah dibentuk Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Ini artinya pemerintah benar – benar berupaya agar masyarakat sebagai konsumen tidak dirugikan. Semoga konsumen di Kalsel semakin cerdas. Indeks Pemberdayaan Konsumen Kalsel baru 40,41 persen masih dibawah skala nasional yang berada di angka 48 persen, kita akan terus tingkatkan,” tandasnya.

Penulis : Anas Aliando
Editor : Aspihan Zain
Penanggungjawab : SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com