DP3A Kampanyekan Pencegahan Pernikahan Usia Anak

oleh -181 views

RANTAU, Kalselpos.com– Pemerintah Kabupaten Tapin melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama ratusan anak, kampanyekan pencegahan perkawinan usia anak di sela senam pagi ceria dan jalan kaki seputaran kota Rantau. Minggu (16/6) kemarin.

Berbagai anak dari pelajar sekolah menengah pertama, forum anak, pik remaja berkampanye dengan slogan stop perkawinan anak, aksi kampanye damai pencegahan perkawinan usia anak sampai penandatangan kometmen dukungan dari seluruh PImpina SOPD Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapin.

Baca juga=Awali Masuk Kerja Wabup Salami Seluruh ASN Pemkab Tapin

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Hj Lailian Noor mengatakan, kampanye damai melibatkan berbagai pihak seperti Satuan Organisasi Perangkat Daerah Tapin, PKK, Forum Anak, Pik Remaja, Saka Bakti Husada, Siswa-Siswi Sekolah Menengah Pertama serta remaja dan anak-anak. Kegiatan ini sebuah inovasi DP3A Tapin yakni gerakan bersama Stop Pernikahan Usia Anak untuk diikutsertakan pada lomba memperingatan Harganas ke 26 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kegiatan ini sebuah inovasi dalam rangka pencegahan perkawinan usia anak dan penyuluhan kebijakan asas asas hukum yang mengatur perkawinan, “katanya.

Dengan adanya kampanye damai dapat menurunkan angka pernikahan dini di daerah kita dan mudahan di tapin tidak terjadi lagi kawin muda atau dibawah umur, juga terhindar dari pengaruh narkoba sehigga generasi penerus akan lebih baik lagi masa depan yang cerah.

Baca juga=Awali Masuk Kerja Wabup Salami Seluruh ASN Pemkab Tapin

Menurut mantan Kabag Ekonomi ini, generasi muda adalah tulang punggung dalam keluarga dan bangsa yang diharapakan menjadi generasi penerus masa medatang.

Anak-anak sekarang ini banyak terjerumus dalam pergaulan bebas, faktor pergaulan bebas antara lain pengaruh budaya asing, pengarus lingkungan kurang baik, kurangnya kesadaran diri dan kurangnya perhatian dari urang tua.

Berharap para anak-anak dan remaja bisa mengisi kegiatan yang positif dan berani mengatakan tidak serta mentaati peraturan yang berlaku.

Karena pergaulan bebas bisa merusak masa depan dan akan menyesal di dunia dan akhirat dan juga berdampak pada tigginya angka pernikahan dini.

Lanjut Hj Lili banyak cara yang dilakukan pada pergaulan bebas yakni mengisi kegiatan luang dengan yang positif digunakan anak- anak.

Pada gerakan bersama stop pencegahan perkawinan usia anak saya selaku kepala DP3A berpesan kepada anak-anakku jadilah generasi muda yang dapat membanggakan keluarga bangsa dan negara , jadilah siswa siswa yang berprestasi hidari pergaulan anak yang hanya bisa merusak masa depan serta jagalah nama baik keluarga bangsa dan negara.

Penulis:Dillah
Editor:Wandi
Penanggung jawab:SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com