Budidaya Kelulut dikembangkan

oleh -219 views

BANJARBARU, kalselpos.com – KPH Cantung dan BPHP Wilayah IX Banjarbaru berencana mengembangkan budidaya kelulut dan sereh wangi. Hal ini disampaikan Kepala BPHP Wilayah IX Banjarbaru, Safruddin, ketika bersama tim berkesempatan melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan swakelola sumber dana APBN TA 2018. Yaitu kegiatan pengembangan agroforestry dengan pola kemitraan kehutanan dan budidaya kelulut di KPH Cantung, Kamis (20/6).

Budidaya kelulut telah dilaksanakan oleh KTH Hauran Lestari dan KTH Libaru Belanai di Desa Hampang Kecamatan Hampang. Sedangkan pengembangan agroforestry (sengon dan sereh wangi) dilaksanakan oleh KTH Balai Kalih di Desa Bangkalaan Dayak Kecamatan Kelumpang Hulu.

Baca juga=Pengawasan Proyek Lemah Satker BKPP Banjarbaru dipertanyakan

Budidaya kelulut sudah melaksanakan panen madu sebanyak satu kali pada bulan Januari 2019 lalu, dengan total hasil yang didapat oleh 2 KTH sebanyak 56 liter. Dan sampai saat ini masih tersedia stock sebanyak 15 liter.

“Dalam waktu dekat, BPHP akan melaksanakan pelatihan pengembangan produk turunan madu kelulut menjadi berbagai produk akhir. Seperti kosmetik, permen dan lainnya dengan peserta KTH, penyuluh dan Bakti Rimbawan,” kata Safruddin.

Ia mengharapkan, setelah dilaksanakannya pelatihan, madu kelulut punya nilai jual tinggi dan pemasarannya lebih mudah. Karena memiliki variasi bentuk turunan produk yang beraneka macam.

Sementara itu, untuk pengembangan agroforestry seluas 25 Ha di Desa Bangkalaan Dayak yang dikelola KTH Balai Kalih, terdiri dari 16.500 batang sengon wamena dan 300.000 batang sereh wangi sudah pada tahap pemeliharaan tahun I.

Baca juga=Pengawasan Proyek Lemah Satker BKPP Banjarbaru dipertanyakan

“Sambil menunggu anggaran pemeliharaan tahun-1,
KTH diharapkan melaksanakan pemeliharaan secara swadaya,” kata Safruddin.

Penulis: Anas Aliando/relhum
Penanggungjawab: SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com