Gugatan Praperadilan, tersangka Narkoba ‘Dimentahkan’

oleh -507 views
Ilustrasi.(net)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Gugatan praperadilan yang diajukan M Saleh, tersangka kasus narkoba terhadap pihak Polda Kalsel, ‘dimentahkan’ alias ditolak hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Khairul Saleh SH.

Pada sidang lanjutan dengan agenda putusan, Jumat (3/5) lalu, hakim tunggal menyatakan menolak semua isi gugatan yang diajukan pemohon. Alasannya, semua prosedur yang dilakukan pihak penyidik kepolisian dalam upaya pemberantasan peredaran tindak pidana dan penyalahgunaan narkotika, dianggap telah sesuai.

“Hakim menolak seluruhnya gugatan yang kita ajukan,”ucap Ishrop SH, selaku kuasa hukum tersangka M Saleh, dari Kantor Hukum ‘Trusted and Law Firm’ Banjarmasin, pimpinan Sugeng Ariwobowo SH MH, usai sidang.

Baca Juga ==>Sopir Nyambi Jual Narkoba

Seperti diberitakan sebelumnya, lantaran dinilai ‘Error in Persona’, penangkapan yang terjadi di rumah kontrakan tersangka narkoba jenis sabu, di Jalan Rantauan Timur  I  Nomor 33 RT 6 RW 1, Kelurahan Pekauman, Banjarmasin Selatan, pada Kamis (4/4) lalu, membuat jajaran kepolisian dari Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalsel, terpaksa dipraperadilkan.

Dalam gugatannya, pemohon praperadilan menyatakan jika penggeledahan yang dilakukan petugas Ditresnarkoba Polda Kalsel  di kamar pemohon M Saleh, yang saat itu ditempati ponakannya, bernama Hendra, sebelum ditemukan narkoba, jelas ‘Error in Persona’ alias salah tangkap.

“Karena penetapan tersangka oleh penyidik terhadap klien kami,  jelas tidak memenuhi syarat,” ucap Sugeng di depan hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Khairul Saleh SH.

Pada sidang perdana dengan agenda penyampaian permohonan dari pihak pemohon, kuasa hokum pemohon, yakni Sugeng Ariwobowo mengatakan, kalau gugatan praperadilan yang ia lakukan, karena penetapan tersangka tidak sah, sebab tidak memenuhi syarat  sekaligus ‘Error in Persona’.

Saat itu, barang bukti sabu ditemukan petugas di dalam jaket yang berada di dalam kamar tersebut. “Nah dari sini lah kasus ini dimulai. Pasalnya pada hari itu juga, petugas menetapkan klien kita sebagai tersangka,” ujar Sugeng, usai sidang.

Baca Juga ==>Sopir Nyambi Jual Narkoba

Padahal menurut pemohon, dia tidak tahu sama sekali soal sabu tersebut, dan jaket yang berada di kamar rumah kontrakannya, yang saat itu ditempati ponokannya bernama Hendra, bukan miliknya.

Tapi anehnya petugas tetap menetapkan pemohon sebagai pemilik rumah kontrakan sebagai tersangka, malah menyita dua buah sepeda motor milik pemohon.

“Anehnya lagi, hari itu pemohon langsung diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka, tanpa melalui proses pemeriksaan, seperti tes urine,” jelasnya. Atas dasar itulah, pihaknya meminta majelis hakim untuk membebaskan pemohon, karena penangkapan M Saleh dianggap ‘Error in Persona’.

Penulis: SA Lingga
Penanggung jawab: SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android kami di Play Store 
Aplikasi Kalselpos.com

Slider
Facebook Comments