Ribuan Warga Ije Jela Masin belum Terekam

oleh -565 views
Ilustraso.(net)

MARABAHAN, Kalselpos.com – Hingga Senin tanggal 8 April 2019 ternyata masih terdapat 1.817 warga Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang belum terekam. Padahal pelaksanaan Pemilu Tahun 2019 tinggal 9 hari lagi atau tepatnya tanggal 17 April 2019 akan berlangsung.

“Meski terdapat 1.817 warga yang belum terekam namun jumlah itu tidak tertutup kemungkinan adanya warga yang tidak terlaporkan karena meninggal dunia atau karena pindah,” ungkap Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batola, H Jakuinuddin saat memimpin Apel Bendera di halaman Kantor Bupati Batola, Senin (08/04).

Namun demikian, dengan sisa waktu yang ada Kadisdukcapil Batola ini menyatakan, pihaknya melalui 17 kecamatan maupun melalui Kantor Disdukcapil akan berupaya melakukan perekaman semaksimal mungkin.

“Setelah keluarnya Keputusan Ketua KPU Pusat yang membolehkan mereka yang tidak memiliki KTP memberikan hak suara asal terekam, maka kami akan berupaya melakukan perekaman di setiap kecamatan maupun Kantor Dukcapil Batola,” tukasnya.

Jakui menerangkan, jumlah penduduk Batola saat ini terdapat 328.952 jiwa dengan jumlah ber-KTP 237.149 jiwa dan yang memiliki KTP224.575 jia atau 99 persen. Sedangkan yang belum memiliki KTP terdapat 1.759 jiwa.

“Saya kira mereka yang belum ber-KTP ini tidak masalah untuk menggunakan hak pilih sepanjang mereka data mereka terekam,” ungkapnya

Di kesempatan Apel Bendera ini pula, Kadisdukcapil Batola ini juga menyinggung tentang program yang baru yang diluncurkan Pemerintah Pusat yakni Program GISA (Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan).

Program ini, jelas dia, berisi 4 misi yakni mendorong kesadaran masyarakat untuk memiliki dokumen kependudukan, pemutakhiran data, pemanfaatan data, dan pelayanan.

Di Batola sendiri, sebut Kadisdukcapil yang akrab disapa pak Jakui ini, insya Allah akhir April ini akan di-launching program GISA ini.

Menyinggung kelengkapan pencatatan sipil, menurut Jakui, sekarang terdapat tambahan kolom status kawin di kartu keluarga serta kolom golongan darah. Untuk kolom golongan darah ini, sebut dia, mungkin bisa diterapkan efektif melalui SK Bupati agar bisa diketahui keberadaan warga jika sewaktu-waktu memerlukan donor darah terhadap warga lainnya yang membutuhkan.

Penulis: Muliadi
Redaktur: Wandi
Penanggung Jawab: SA Lingga

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android kami di Play Store 
Aplikasi Kalselpos.com

Slider