Polda Kalsel Siap Amankan Pesta Demokrasi

oleh -370 views

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Mendekati hari pelaksanaan pemilu 2019 tanggal 17 April 2019 Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan Apel pergeseran pasukan dan BKO ke wilayah tahap pemungutan/perhitungan suara pemilu tahun 2019 Polda yang dilaksanakan di Lapangan Halaman Polda Kalsel.

Apel tersebut juga turut dihadiri oleh Komandan Korem 101/Antasari Kolonel Inf Mohammad Syech Ismed yang turut menerjunkan 300 prajurit untuk BKO Kodim setempat.

Jumlah personel BKO Polda berjumlah 1.219 personel dan jika situasi menjadi tidak kondusif dan menimbulkan potensi anarkis maka aparat menyiapkan kekuatan tambahan sebanyak 130 personel terdiri dari 72 personel Direktorat Sabhara yang memiliki pasukan Dalmas, Raimas dan K-9.

Baca Juga ==>Kapolsek Bansel Ajak Tokoh Agama Sejukan Pesta Demokrasi

Kemudian Satuan Brimob 58 personel yang terdiri dari 26 anggota Anti Anarkis,12 personel Wan teror, dan 20 personel Jibom. Sedangkan prajurit TNI yang siaga di Makorem 101/Antasari berjumlah 180 personel.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Drs. Yazid Fanani M. Si menyampaikan bahwa Pemilu tahun 2019 merupakan pesta demokrasi Indonesia yang akan menjadi tonggak sejarah, karena dilaksankaan secara serentak yakni lima jenis pemilihan dalam waktu yang bersamaan dengan demikian sukses atau tidaknya perhelatan demokrasi ini sangat tergantung kepada semua pihak yang terlibat secara langsung ataupun tidak.

“Diharapkan seluruh personil BKO agar dapat bersinergi dengan satuan yang menerima BKO dan potensi keamanan lainnya, yang bertugas dalam pengamanan pemungutan dan perhitungan suara, sehingga pelaksanaan dapat berjalan dengan aman, damai dan lancar, ” Tutur Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani. Senin (15/4).

Ia mengatakan kepada seluruh personel yang terlibat agar melaksanakan tugas yang sudah diamanatkan kepada mereka dengan penuh dedikasi dan rasa tanggung jawab.

Kapolda Kalimantan Selatan juga menjelaskan bahwa personel keamanan hanya berjaga di luar area Tempat Pemungutan Suara (TPS). Untuk pihak yang diperbolehkan masuk ke dalam lokasi TPS hanyalah panitia dan warga yang akan menggunakan hak suaranya.

Baca Juga ==>Kapolsek Bansel Ajak Tokoh Agama Sejukan Pesta Demokrasi

aparat hanya boleh memasuki area dalam TPS jika ada permintaan atau atas seizin Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan suara (KPPS).

“Petugas keamanan hanya akan menjaga diluar area TPS, sesuai dengan aturan yang berlaku dan ini juga komitmen kita bersama untuk mengamankan lokasi di luar TPS yang kemungkinan terjadi ancaman yang dapat mengganggu pelaksanaan pencoblosan,” kata Kapolda Kalsel.

“Jika ada suatu permasalahan yang memerlukan bantuan dari aparat terjadi di dalam lokasi TPS, maka boleh masuk lokasi TPS untuk meredam permasalahan tersebut, ” Pungkasnya.

Penulis: Krisna
Penerbit: Wandi
Penanggung Jawab: SA Lingga