Pj Sekda Buka Seminar Kesehatan

oleh -360 views
SAMBUTAN- Pj Sekda HSS, Hubriansyah, memberikan sambutan seminar kesehatan tentang ‎bolehkah ibu hamil dan menyusui  berpuasa‎.(Humas/Sofan)

KANDANGAN, Kalselpos.com – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Hubriansyah, membuka seminar kesehatan yang digelar oleh Klinik Cahaya Imani Kandangan, Kamis (18/4), di Pendopo Bupati.

Seminar kesehatan yang digelar oleh Klinik Cayaha Imani tersebut, mengangkat tema “Bolehkah ibu hamil dan menyusui  berpuasa? dalam perspektif kesehatan dan agama”.‎

Direktur Klinik Cahaya Imani Kandangan, Fifi Noviana, mengatakan, seminar menjadi momentum tersendiri bagi pihaknya, yang tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga memberikan edukasi dan berbagi pengetahuan bagi tenaga kesehatan yang ada di HSS.

MENGHADIRI- Ketua TP PKK Kabupaten HSS, Hj Isnaniah Achmad Fikry, ‎seminar kesehatan tentang ‎bolehkah ibu hamil dan menyusui berpuasa‎.(Humas/Sofan)

Dikatakannya, Klinik Cahaya Imani memiliki divisi pendidikan, yang ke depannya akan mengagendakan kegiatan serupa secara rutin. “Kedepan kami bisa berkerjasama dengan pihak lainnya, termasuk dengan TP PKK Kabupaten HSS,” ujarnya.‎

Menurutnya, kegiatan seminar diikuti sebanyak 241 orang, yang menghadirkan narasumber Narasumber Dokter Spesialias Anak, dr Emmy Hayatun, dan ‎KH Syairazi untuk memberikan penjelasan dari sudut pandang agama terkait tema yang dibahas.

Sementara itu, Pj Sekda Kabupaten HSS, Hubriansyah, mengatakan, menyambut baik terlaksananya seminar kesehatan yang sejalan dengan visi dan misi Kabupaten HSS, untuk menambah pengetahuan bagi para bidan, tentang bagaimana ibu hamil dan menyusui yang ingin berpuasa. ‎”Dengan seminar akan diketahui secara mendalam, agar ada titik terang dari masalah ibu hamil dan menyusui, saat berpuasa, sehingga tidak lagi menjadi masalah,” ujarnya.‎

Dokter Spesialis Anak, dr Emmy Hayatun, mengatakan,  air susu ibu (ASI)  merupakan nutrisi utama dan hak bagi bayi yang berumur 0-6 bulan, dan merupakan kewajiban seorang ibu untuk memberikan ASI, walaupun ibu dalam keadaan berpuasa.

Ia mengatakan, ‎dalam agama Islam diberikan keleluasaan bagi Ibu menyusui untuk berpuasa atau tidak selama di bulan Ramadhan. Tetapi, ASI tidak bisa digantikan dengan susu formula, karena ada zat kekebalan tubuh yang terkandung di dalamnya. “Meskipun susu formula dibuat komposisinya menyerupai ASI, tapi tetap lebih baik kandungan zatnya yang terdapat dalam ASI,” ujarnya.

‎Hadir dalam acara seminar kesehatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten HSS, Hj Isnaniah Achmad Fikry beserta jajarannya.

Penulis : Sofan
Editor : Wandi
Penanggung Jawab : SA. Lingga

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android kami di Play Store 
Aplikasi Kalselpos.com

Slider
Facebook Comments