Jual Beras melebihi HET Akan Dikenakan Sanksi Tegas

oleh -459 views

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2019, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) yang bertujuan untuk mengajak Pemerintah Provinsi dan para pelaku usaha untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok menjelang bulan puasa tahun ini, Selasa (30/4).

Menteri Perdagangan Bidang Kebijakan Perdagangan Radix Siswo Purwono didampingi oleh Direktur Impor Kementerian Perdagangan Ani Mulyati turut hadir dalam rakorda tersebut untuk memantauan harga bapok di Banjarmasin, Kalimantan Selatan menjelang HBKN 2019.

“Pemerintah terus melakukan upaya stabilisasi harga bapok, salah satunya melalui pemantauan harga dan ketersediaan bapok di pasar tradisional dan ritel modern, terutama menjelang puasa dan lebaran, ” Tutur Menteri Perdagangan Bidang Kebijakan Perdagangan Radix Siswo Purwono dalam acara Rakerda tersebut, Selasa (30/4).

Baca Juga ==>Terpaksa ‘jual Tubuh’, demi Cicil Utang

“Untuk itu, diperlukan koordinasi antara para pemangku kepentingan di daerah, baik pemda, pelaku usaha, distributor, dan instansi lain seperti satgas pangan,” Tambahnya.

Rakorda di Banjarmasin merupakan bagian dari rangkaian tindak lanjut arahan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) menjelang HBKN 2019 pada 20 Maret 2019 lalu di Bandung.

“Kemendag bersama Satgas Pangan dan Pemda akan terus melakukan pengawasan harga di pasar rakyat sudah sesuai atau tidak dengan harga yang telah ditetapkan oleh Pemerintah,” Ungkap Radix. Berdasarkan hasil pantauan harga di beberapa pasar tradisional pada 29 April 2019 lalu, secara umum harga bapok di Banjarmasin relatif stabil.

Tercatat harga rata-rata di pasar tradisional tersebut untuk harga beras premium relatif stabil dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET) adalah sebesar Rp12.000 – Rp13.000/kg (Beras premium HET Kalimantan Rp13.300) harga beras medium relatif stabil dibawah HET sekitar Rp8.000/kg – Rp10.500/kg (Beras medium HET Kalimantan Rp9.950/kg).

Sedangkan, harga minyak goreng curah Rp9.000 – Rp11.000/liter, Harga cabai telah mengalami kenaikan Rp32.000/kg – Rp35.000/kg, gula pasir Rp12.500/kg, harga bawang merah mengalami penurunan Rp38.000/kg, bawang putih kating mengalami kenaikan Rp40.000 – Rp45.000/kg, daging sapi Rp125.000/kg.

Baca Juga ==>Terpaksa ‘jual Tubuh’, demi Cicil Utang

Untuk pantauan tim bapok Kemendag di ritel ritel modern antara lain harga beras premium sebesar Rp12.700 – Rp13.000/kg (sesuai HET Kalimantan yaitu Rp13.300/kg) untuk harga beras medium Rp9.950 (Beras medium HET Kalimantan Rp9.950/kg), harga minyak goreng dijual Rp10.500/liter, gula pasir Rp11.800 – Rp12.500/kg, telur ayam Rp25.600/kg. Harga daging ayam di kisaran Rp31.500/kg, untuk harga daging beku telah sesuai HET, yaitu Rp80.000/kg.

Dalam Rakorda, Radix menyampaikan agar seluruh instansi dapat bekerja sama menjalankan kebijakan mengenai HET beras untuk pasar tradisonal, toko swalayan dan tempat penjualan eceran lainnya sesuai Permendag Nomor 57/M-DAG/PER/8/2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras.

“Pelaku usaha yang menjual harga beras melebihi HET dikenai sanksi pencabutan izin usaha oleh pejabat penerbit, setelah sebelumnya diberikan peringatan tertulis,” Pungkas Radix menegaskan.

Penulis: Krisna
Editor: Wandi
Penanggung Jawab: SA Lingga

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android kami di Play Store 
Aplikasi Kalselpos.com

Slider