Dishut pantau Lima Titik Kebun Benih di KPH Hulu Sungai

oleh -443 views
Tim BPTH memantau titik calon kebun benih di bawah naungan KPH Hulu Sungai.(ist)

BANJARBARU, Kalselpos.com – Setelah sebelumnya memantau pembangunan kebun benih Sengon rintisan KPH Tanah Laut di RPH Tabanio, Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel melalui BPTH kembali mengirim tim pantau calon kebun benih di KPH Hulu Sungai, Sabtu lalu.

Tim yang dipimpin Noor Rahmansyah S.Hut, Kasi Produksi dan Peredaran Benih, memantau calon kebun benih didampingi oleh masing-masing pemilik/penangkar benih di Haratai dan Padang Batung.

Pada lokasi pertama, tim dapati calon kebun benih Kayu Manis (Cinnamomun burmanii blume) yang banyak terdapat di sekeliling Air Terjun Haratai.

Kondisi saat ini sebagian sudah ditebang dengan sistem tebang pilih dan beberapa titik masih terpelihara berada di topografi cukup terjal dan sulit ditempuh karena harus berjalan kaki dan mendaki.

Menurut Rahman, untuk rencana calon lokasi kedua di Haratai berada di pinggir jalan dekat perkampungan dimiliki oleh Usantiadi ditanam tahun 2006. Lokasinya layak dijadikan sumber benih jenis Kayu Manis dengan jumlah minimal 25 pohon pada luasan 0,5 ha.

“Telah berbuah pertama di umur 8 tahun, oleh yang bersangkutan dipertahankan menjadi sumber benih untuk keperluan sendiri. Pemilik sumber benih ini siap bekerjasama dalam penyediaan benih kayu manisnya,” terang Rahman lewat siaran pers Dishut Kalsel, Rabu (3/4).

Pada calon lokasi ketiga, didapati calon kebun/sumber benih jenis kemiri berlokasi di pinggir jalan arah Desa Haratai dengan jumlah pohon yang bisa dijadikan sumber benih sebanyak 25 pohon dalam luasan 1 ha.

Lokasi ini bercampur tanaman jati dan jabon, tetapi pemilik belum diketahui. Pihaknya akan menelusuri pemiliknya, tahun tanam dan produksi biji pertama.

Pada calon lokasi keempat didapati calon kebun benih jenis Duku Padang Batung yang berpotensi dijadikan sumber benih HHBK untuk penyediaan bibit buah-buahan, berada di Lok Tampang Desa Malutu Kecamatan Padang Batung. Kebun ini milik H Hairudin yang ditanam tahun 1988.

“Lokasi ini berjarak tanam 6 x 6, jumlah tanaman 88 pohon dengan asal usul benih dari kebun duku yang ada di samping kantor KPH Hulu Sungai yang bibit awalnya dibawa oleh VOC Belanda dari Palembang,” tutur Rahman.

Diketahui pada tahun 2005 telah berproduksi buah pertama, dan tahun 2019 ini berproduksi buah sebanyak 7.000 Kg dari 88 pohon.

Adapun calon lokasi kelima di Desa Madang Dusun Tayub, Kecamatan Padang Batung, tim mendapati calon kebun benih Cempedak Surabaya, juga berpotensi dijadikan sumber benih HHBK untuk penyediaan bibit buah-buahan yang dimiliki oleh Suriani yang juga Kepala Desa Madang.

Di tanam tahun 1984 dan 1985, pohon berjumlah 150 pohon dengan jarak tanam 8 x 8 m. Sesuai keterangan pemiliknya, asal usul bibit dari Desa Durian Rabung dan pemiliknya tidak mengetahui kalau jenisnya bernama Cempedak Surabaya.

Lokasi ini telah berbuah pertama di tahun 1993 dan pada tahun ini diketahui telah berproduksi masing-masing pohon mencapai 200 Kg.

Diharapkan dari kegiatan ini, segera terbangun kebun-kebun benih yang mampu menghasilkan bermacam benih bergenetik baik dan berkualitas untuk mendukung Gerakan Revolusi Hijau Kalsel.

Penulis: Anas Aliando
Editor : Aspihan Zain
Penanggungjawab: SA Lingga

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android kami di Play Store 
Aplikasi Kalselpos.com

Slider