Terdakwa Penipu nasabah BNI, Akui langgar Prosedur 

oleh -521 views
LANGGAR PROSEDUR - Tri Yuni Rasnagiri, terdakwa kasus dugaan penipuan uang nasabah Bank BNI, di depan persidangan Pengadilan Negeri Banjarmasin, Senin (22/4) kemarin, mengakui kalau apa yang ia lakukan melanggar prosedur perbankan.

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Tri Yuni Rasnagiri, terdakwa kasus dugaan penipuan uang nasabah Bank BNI, yang diseret ke persidangan Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Senin (22/4) kemarin, mengakui kalau apa yang ia lakukan tidak sesuai dengan peraturan perbankan.

Yakni ketika dirinya menawarkan bukan produk Bank BNI, sebagaimana yang telah ada dalam aturan perbankan. Meski sebagai seorang manager pemasaran di Bank BNI 46, terdakwa menawarkan saham kepada korban, yang mana hal itu di luar dari rencana kerja di perusahaan, tempat terdakwa bekerja.

“Saya akui, sebenarnya Saya tidak boleh menawarkan produk di luar produk bank,”aku terdakwa Tri Yuni Rasnagiri. Terdakwa juga mengakui kalau dirinya yang memindahkan uang korban atau nasabah, yang jumlah miliaran rupiah, untuk digunakan bermain valas di Bes Profit dan Melenium.

Baca Juga ==>Terdakwa Penipu nasabah BNI, Positif lakukan TPPU 

Semua keterangan terdakwa Tri Yuni Rasnagiri itu, langsung dibantah oleh saksi korban, Hj Syamiru, yang menurut korban, semua keterangan terdakwa itu, bohong.

Saksi korban yang selalu hadir setiap kali persidangan mengatakan, ia dan suaminya tidak pernah ditawarkan terdakwa bermain valas. “Kami tidak pernah ditawarkan untuk main valas, dan tidak pernah menandatangani semua yang dikatakan terdakwa,”ucap saksi Hj Syamiru.

Kepada majelis hakim yang dipimpin Afandi SH, terdakwa mengatakan kalau dirinya ada menyerahkan beberapa barang berharga kepada saksi korban sebagai jaminan. “Namun nilainya tidak seberapa kalau di bandingkan dengan nilai uang korban Hj Syamiru,”aku terdakwa lagi.

Keterangan terdakwa juga langsung dibantah saksi, yang menurut saksi, kalau barang berharga berupa sertifikat dan beberapa gram emas, itu diserahkan terdakwa setelah adanya kasus ini. Diketahui H Khairuddin dan Hj Syamiru bersama dua anaknya yang menjadi korban penipuan  miliaran rupiah oleh terdakwa Tri Yuni Rasnagiri.

Modus penipuan yang dilakukan terdakwa yang merupakan pegawai Bank BNI, dengan menawarkan tabungan SUN yang kemudian menjadi Deposito.

Baca Juga ==>Terdakwa Penipu nasabah BNI, Positif lakukan TPPU 

Sedangkan korban merupakan nasabah Bank BNI sejak tahun 1990, dan uang yang mereka simpan di bank tersebut nilainya sebesar Rp8 miliar, dengan rincian atas nama Khairuddin Rp5 miliar dan Hj Syamiru Rp3 miliar.

Penulis: SA Lingga
Penanggung Jawab: SA Lingga

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android kami di Play Store 
Aplikasi Kalselpos.com

Slider
Facebook Comments