Bupati Canangkan Tiga Desa sebagai Kampung Bebas Rentenir‎

oleh -751 views
MENYERAHKAN BANTUAN- Bupati HSS, Achmad Fikry, didamping Pj Sekda, Hubriansyah, menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang terjerat rentenir.(Sofan)

KANDANGAN, Kalselpos.com – Tiga Desa, Lungau, Gambah Dalam Barat dan Bangkau, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), ditetapkan sebagai kampung bebas rentenir. Penetapan Desa Gambah Dalam Barat dan Lungau sebagai kampung bebas rentenir dicanangkan oleh Bupati HSS, Achmad Fikry, Jumat (26/4).

Camat Kandangan, Ronaldy Pranata Putra, mengatakan, pencanangan desa bebas rentenir dilakukan karena banyak masyarakat yang berpenghasilan rendah dan menengah terjerat hutang rentenir‎, dengan meminjau uang Rp.500 ribu mendapatkan sekitar Rp.450 ribu yang banyarnya Rp.20 ribu/hari selama 24 hari dengan bunga sebesar 30 persen.

Selain itu, ada juga masyarakat yang meminjau uang Rp.1 juta mendapatkan ‎Rp.900 ribu banyarnya Rp.50 ribu/hari selama 24 hari dengan bunga sebesar 30 persen. “Masyarakat tidak sadar bahwa pinjam dengan rentenir sangat merugikan, karna kalau dihitung secara matematis sangat banyak,” ujarnya.

MENYAKSIKAN- Bupati HSS, ‎Achmad Fikry, menyaksikan pertujukan japin cerita tentang masyarakat yang terjerat hutang dengan rentenir.(Sofan)

Nah, karena itu, kata ‎Ronaldy, pihaknya menindaklanjuti ikrar bebas rentenir yang telah diikrarkan pada peringatan hari jadi Kecamatan Kandangan pada Desember lalu. “Untuk membebaskan masyarakat yang telilit hutang dengan rentenir, kami membentuk bumdes berkat sehati yang bergerak dalam simpan pinjam sistem syariah,” ujarnya.

Menurutnya, kalau meminjau di bumdes dengan nilai Rp.1 juta bisa dikembalikan semalma satu tahun, sehingga bagi masyarakat yang meminjau bisa lebih ringan dari rentenir yang hanya lamanya 24 hari.

Terkait simpan pinjau, pihaknya mendapat masukan dari alim/ulama tentang akad perlu disempurnakan, sehingga menjadi lebih baik lagi kedepannya. “Masukan dari alim/ulama meminjau Rp.1 juta dibayar Rp.1 juta, dan untuk biaya lapangan dan administrasi akan ditanggung oleh donator dan desa Rp.50 ribu selama setahun,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati HSS, Achmad Fikry, mengatakan menyambut baik langkah Kecamatan Kandangan, meskipun tiga desa dulu untuk mengurangi aktivitas rentenir di Kabupaten HSS.

Dikatakan Fikry, kelemahan perbankan saat ini masih memproses surat menyurat, sedangkan rentenir tidak, sehingga masyarakat lebih memilih mendapatkan pinjaman langsung mendapat secara kes. “Itulah kelebih rentenir dibandingkan dengan perbankan,” ujarnya.

Diungkapkan Fikry, untuk memutus mata rantai rentenir, telah dilakukan diskusi yang panjang dengan pihak perbankan, untuk mencari format dan sampai sekarang masih belum ditemukan.

Namun, dengan langkah bumdes ini sangat tepat untuk mengurangi masyarakat yang terjerat rentenir, sehingga tidak terbebani dengan bayar hutang setiap hari yang bunganya sangat besar.‎ “Saya harap kepada desa, orang-orang yang terverifikasi untuk merobah pola pikir mereka, agar tidak terjebak dengan pinjaman yang menggiurkan dari rentenir. Bumdes juga hati-hati dengan dana simpan pinjam karena dananya akan dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Penulis : Sofan
Editor : Wandi
Penangung Jawab : SA. Lingga

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android kami di Play Store 
Aplikasi Kalselpos.com

Slider