Warga Miskin Kalsel Meningkat

oleh -3.481 views
Ilustrasi.(net)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Pertambahan jumlah penduduk miskin di Kalsel, menjadi topik utama  dalam diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) yang berlangsung di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin belum lama tadi.

berdasarkan hasil data yang dirilis  Badan Pusat Statistik (BPS),  jumlah penduduk miskin di Kalsel yang terdata per September 2018 sebanyak 195,01 ribu orang dimana jumlah tersebut meningkat jika dibanding Maret 2018 yang hanya 139,03 ribu orang.

“Penduduk miskin di Kalsel jumlahnya masih jauh kalau dibandingkan data kemiskinan nasional yang berkisar 9,66 persen. Kalau secara regional, jumlah penduduk miskin kita justru terindah se Kalimantan, hanya 4,65 persen,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalsel Nurul Fajar Desiran yang di daulat menjadi nara sumber dalam  diskusi tersebut.

Fajar menyebut, kalangan petani dan nelayan masih mendominasi populasi penduduk miskin di Banua. Penyebab utama kemiskinan adalah inflasi. “Pertumbuhan jumlah penduduk terjadi di kala harga – harga terutama pangan bergejolak, inflasi itu penyebab utamanya,” bebernya.

Disampaikannya, fenomena lonjakan harga pangan terjadi setiap menjelang dan memasuki lebaran. Berdasarkan indikator yang dipakai BPS, maka banyak  masyarakat Kalsel yang masuk katagori miskin.

“Di saat inflasi pangan memasuki lebaran, bersamaan pula masyarakat dibebani biaya untuk masuk sekolah, terutama untuk membeli seragam baru bagi anak-anak sekolah yang masuk tahun ajaran baru,” imbuhnya.

Pemerintah Provinsi Kalsel, lanjut Fajar, terus berupaya menekan jumlah penduduk miskin dengan mendorong sektor ketahanan pangan dengan sistem pertanian yang lebih modern dan maju agar produktivitas padi dan lainnya makin meningkat. “Ketika sektor pertanian meningkat, maka diharapkan para petani bisa lebih sejahtera dan bisa menekan angka kemiskinan,” tambahnya.

Motor penggerak pembangunan di Kalsel, papar Fajar, masih didominasi sektor pertambangan sekitar 20 persen. Sedangkan sektor pertanian hanya menyumbang 14 persen pertumbuhan ekonomi daerah. “Padahal areal pertanian di Kalsel sangat luas, itu yang akan kita maksimalkan,” ujarnya.

Acara yang diadakan Direktorat Jenderal IKP Kementerian Komunikasi dan Informatika ini juga menghadirkan Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial, Kemenko PMK, Tubagus Achmad Choesni.

Kemudian Staf Ahli Menteri Bidang Aksesbilitas Sosial, Kemensos, Marzuki dan pengamat kesehatan yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalsel, M Rudiansyah.

Penulis:Anas
Editor:Wandi
Penanggung jawab:SA Lingga

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android kami di Play Store 
Aplikasi Kalselpos.com

Slider

Facebook Comments