Restorasi Gambut di Area Konsesi Jalan Merayap

oleh -568 views
Sejumlah nara sumber foto bersama setelah melakukan diskusi bersama wartawan Kalsel dengan tema 'Capaian Restorasi Gambut di Kalsel dan Capaiannya' bertempat di Bangi Kopi Banjarmasin, Jumat siang.(Anas Aliando)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia (BRGRI) mengakui restorasi lahan gambut di area konsesi di Bumi Lambung Mangkurat berjalan merayap alias lambat.

Tahun 2019 ini baru dua perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berencana akan memulai restorasi dengan luas kurang lebih 5000 hektar dari target lahan gambut di area konsesi seluas 27.609 hektar.

Sedangkan diluar area konsesi target restorasi seluas 11.153 hektar. BRGRI menargetkan restorasi gambut di Kalsel seluas 38.762 hektar. Luas tersebut lebih separuh dari luas Jakarta yakni 66.150 hektar.

Baca Juga ==>Komitmen Bersama menjaga Ekosistem Gambut

“Restorasi gambut di area konsesi menjadi tanggung jawab pemegang konsesi. Sedangkan restorasi di luar area konsesi menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan beberapa LSM yang menjadi mitra,” ujar Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi, dan Kemitraan BRGRI Myrna A Safitri, dalam diskusi bersama wartawan Kalimantan Selatan dengan tema ‘Capaian Restorasi Gambut di Kalimantan Selatan dan Capaiannya’ bertempat di Bangi Kopi Banjarmasin, Jumat (29/3/2019) siang.

Myrna mengungkapkan, sebagian perusahaan belum memulai restorasi. Sebagian lagi sudah memulai, tapi belum melapor kepada TRGRI.

“Restorasi gambut di area konsesi itu menjadi tanggung jawab 18 perusahaan pemegang hak guna usaha (HGU) kelapa sawit dan satu perusahaan kehutanan di Kalsel. Tahun ini, satu perusahaan sawit di Kabupaten Hulu Sungai Utara dan satu perusahaan sawit di Kabupaten Tabalong akan memulai kegiatan restorasi,” paparnya.

BRGRI lanjut Myrna,  melakukan supervisi dan memberikan asistensi teknis kepada perusahaan-perusahaan itu agar mampu menjalankan restorasi gambut dengan baik. Setelah kedua perusahaan itu memulai kegiatan restorasi, perusahaan-perusahaan yang lain akan menyusul.

Myrna berujar, sebagian perusahaan masih menunggu pedoman teknis (restorasi gambut) sehingga supervisi terlambat dilakukan. Pedoman teknis itu juga sedang disiapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

“Di luar area konsesi, capaian restorasi gambut di Kalsel terbilang baik, yakni mencapai 7.918 ha atau 71 persen dalam kurun waktu 2016-2018. Seluruh kegiatan restorasi gambut di Kalsel ditargetkan selesai pada 2020 dengan upaya-upaya awal untuk mencegah kerusakan ekosistem gambut.Upaya-upaya awal itu dilakukan dengan membangun sekat kanal, sumur bor, revegetasi, dan mendorong masyarakat setempat ikut terlibat,” tandasnya.

Baca Juga ==>Komitmen Bersama menjaga Ekosistem Gambut

Penulis: Anas Aliando
Editor : Aspihan
Penanggung Jawab: SA Lingga

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android kami di Play Store 
Aplikasi Kalselpos.com

Slider