Juragan Kelotok siap ikuti Peraturan Dishub

oleh -407 views
MEDIASI – Beberapa perwakilan motoris kelotok wisata, berdialog dengan Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina, pada mediasi terkait aturan bagi penumpang.(istimewa)

Sempat melakukan aksi mogok beroperasi pada Minggu (3/3) kemarin, sejumlah pengemudi atau motoris kelotok di dua Dermaga wisata susur sungai Banjarmasin, akhirnya mengaku siap mengikuti aturan dari Dinas Pehubungan setempat

 

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Para juragan kapal kelotok kawasan Siring Menara Pandang dan Patung Bakantan akhirnya bersepakat dengan kebijakan Pemko Banjarmasin, yang dikeluarkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin tentang larangan bagi para penumpangnya duduk di atas kapal kelotok (perahu bermotor-red), serta menerapkan standar pelayaran lainnya.

Hanya saja, dalam kesepakatan yang dimediasi langsung oleh Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina itu, para pemilik kapal kelotok wisata ini meminta waktu setidaknya enam bulan, untuk menyesuaikan tempat usaha mereka dengan peraturan tersebut.

“Dalam waktu 6 bulan mereka mau menyesuaikan secara bertahap, paling tidak ada beberapa contoh dulu. Intinya, hari ini silakan jalan membawa penumpang, tapi tetap di imbau agar para penumpang mengutamakan keselamatan dengan tidak naik ke atas atap kelotok,” ujar, H Ibnu Sina, Minggu (3/3).

Kabid Pengembangan Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Khuzaimi yang juga hadir dalam kegiatan tersebut menambahkan, kesepakatan yang telah disetujui itu akan dibuatkan hitam di atas putihnya, sehingga semua yang berkepentingan dapat mengetahuinya.

“Bahwa kesepakatan kita akan membikin berita acara, kemudian akan mengikuti apa yang menjadi arahan Dishub dengan catatan bertahap,” ucapnya.

Dari 88 unit kapal kelotok yang ada di kawasan tersebut, lanjutnya, untuk tahap awal ini akan dilakukan rehab sebanyak empat unit kapal kelotok dulu.

Sedangkan dari segi pendanaannya, pria yang akrab disapa Pak Jimi ini menyatakan, para juragan kapal kelotok bisa membuat profosal bantuan dari dana CSR.

“Dari awal mereka minta bantuan untuk rehab kelotok itu dari dana CSR,” katanya.

Untuk diketahui, Dishub Kota Banjarmasin telah mengeluarkan kebijakan tentang larangan bagi penumpang kapal kelotok naik dan duduk di atas atap kapal tersebut.

Kebijakan itu diberlakukan sejak tanggal 2 Maret 2019. Tentunya, imbauan tersebut dikeluarkan dengan tujuan untuk menjaga keselamatan para penumpang kapal kelotok, saat berwisata susur sungai.

Dan bagi kapal kelotok yang kedapatan membiarkan penumpangnya naik ke atas atap kemudian duduk di atas atap kapal tersebut, tindakan tegaspun akan diberlakukan Dishub Kota Banjarmasin dengan memberikan tanda di badan kapal, hingga melarang kapal tersebut beroperasi.

Penulis:Fudail/Rel
Editor :Aspihan
Penanggung jawab:SA Lingga

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android kami di Play Store 
Aplikasi Kalselpos.com

Slider

Facebook Comments