Forpeban pertanyakan Kasus RSUD Ulin dan Bandara Syamsudin Noor

oleh -358 views
Din Jaya Ketua FORPEBAN (Ahmad Fauzie)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Adanya Dugaan ketidak sesuaian spek pada pekerjaan pembangunan Terminal (paket 1) Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan kerja pada proyek pembangunan yang memakan korban buruh/ pekerja bangunan meninggal dunia menjadi pokok utama dalam penyampaian aspirasi yang dilakukan Din Jaya Selaku Ketua LSM Forum Rakyat Peduli Bangsa dan Negara (FORPEBAN) di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan, Senin pagi (18/3/2019).

Selain mempertanyakan proyek Bandara, mereka yang datang dengan puluhan masa ini, juga mempertanyakan tindaklanjut penanganan dugaan korupsi di RSUD Ulin Banjarmasin yang diduga melibatkan direktur RSUD tersebut terkait dengan dugaan gratifikasi, dugaan KKN, dugaan korupsi pada pengadaan alat kesehatan (alkes) dan proyek pembangunan gedung/ ruang dengan potensi kerugian negara atau Daerah yang diduga mencapai puluhan miliar rupiah yang sampai saat ini belum ada kejelasan penanganannya, padahal pihaknya telah berulang kali menyampaikan pada penyampaian aspirasi di tahun 2018.

FORPEBAN kembali pertanyakan RSUD Ulin dan Proyek Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin didepan Kajati Kalimantan Selatan Senin (18/3/2019) (Ahmad Fauzie)

“Tujuan kami menyammpaikan aspirasi pada hari ini,tak lain hanya untuk mempertanyakan kembali penanganan kasus dugaan Korupsi di RSUD Ulin Banjarmasin dan proyek terminal (tahap 1) Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, ungkap Din Jaya, kepada Kalsel Pos.

Baca Juga ==>Forpeban dan Pemuda Islam serukan Pemilu Damai

Din Jaya yang saat itu bersama H Muhammad Hasan dan Rolly juga menyinggung atau mempertanyakan beberapa kasus lainnya seperti soal dana bansos, hingga pengusutan runtuhnya jembatan di Batola beberapa tahun lalu.

Namun, saat menyampaikan aksi, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan, tidak berada ditempat sehingga diwakili beberapa stafnya seperti Mahfujat Kasi Pinkum,Ahyar Sugeng W, Kasi penyidikan dan Ahmad Yusriadi dari Kasi Intel

Mahfujat berjanji akan menyampaikan aspirasi ini kepada atasannya,meski ada juga beberapa persoalan yang di tanyakan mendapat tanggapan dari pihak Kejati Kalsel diantaranya terkait dugaan korupsi di RSUD Ulin Banjarmasin dan Bandara Syamsudin Noor.

Penulis : Ahmad Fauzie
Editor : Aspihan Zain
Penanggungjawab : SA Lingga

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android kami di Play Store 
Aplikasi Kalselpos.com

Slider

Facebook Comments