Iklan KPU harus ke Media Terverifikasi

  • Whatsapp

Bila ternyata ada KPU yang memasang iklan di media cetak, elektonik atau media online yang belum terverifikasi oleh Dewan Pers, maka segera laporkan. “Nanti Dewan Pers yang akan memprosesnya,” ucap Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo.

 

Bacaan Lainnya

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo menyatakan, telah mensosialisasikan kepada semua Komisi Pemilihan Umum (KPU) di seluruh Indonesia, untuk membagi ‘kue iklan’ Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden (Pileg dan Pilpres) 2019, hanya kepada media yang telah terverifikasi.

“Jika ada pihak KPU, termasuk di Kalsel, yang memasang iklan kepada media yang belum terverifikasi Dewan Pers, maka laporkan,” ucapnya kepada wartawan, di sela Workshop Peliputan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2009, yang digelar Dewan Pers, Rabu (6/3), di Hotel Mercure Banjarmasin.

Sekalipun demikian,  Yosep mengaku belum tahu persis, apakah KPU di wilayah Kalsel, sudah mematuhi aturan main Pileg dan Pilpres, khususnya terkait pemasangan iklan di media. “Saya juga belum tahu, berapa besar dana iklan di KPU Kalsel.

Baca Juga ==>Ketua KPU bantah ‘Dilengserkan’ Edy Ariansyah : ”Ini hanya roling posisi saja”

Sedang, bila ternyata ada KPU yang memasang iklan di media cetak, elektonik atau media online yang belum terverifikasi oleh Dewan Pers, maka segera laporkan. “Nanti Dewan Pers yang akan memprosesnya,” ucapnya.

Harusnya, sambung Ketua Dewan Pers, pihak penyelenggara Pemilu 2019, yakni KPU, termasuk Panwas, mematuhi aturan main, khususnya dalam pemasangan iklan terkait pelaksanaan Pileg dan Pilpres.

Sebelumnya, Yosep Adi Prasetyo, sempat menjadi pembicara utama bersama jurnalis senior Ratna Kumala.

Disebutkan, jika Pileg dan Pilpres tahun ini, adalah Pemilu paling ‘kompleks’, lantaran harus memilih caleg mulai DPRD kabupaten/kota, provinsi, DPR RI, DPD RI serta memilih Presiden.

Dipastikan, warga atau pemilih di pelosok, termasuk pemilih yang minus pendidikan, bakal kesulitan, untuk mencoblos siapa ?

Baca Juga ==>Ketua KPU bantah ‘Dilengserkan’ Edy Ariansyah : ”Ini hanya roling posisi saja”

Di sisi lain, sambung Yosep, minimnya pendidikan politik, akan jadi kendala bagi sebagian besar pemilih di Indonesia. “Pendidikan politik hanya dilakukan pada proses Pemilu saja, yakni sekali dalam waktu 5 tahun,” demikian Yosep Adi Prasetyo.

Sebelumnya, mantan Ketua KPU Provinsi Kalsel, Edy Ariansyah SIP M.Si, sempat berjanji akan membagi secara adil ‘kue’ iklan pelaksanaan Pemilu serentak 2019 kepada semua media di provinsi ini.

“Ini akan kita atur dan alokasinya nanti, atau sekitar bulan Februari 2019 nanti,” ucapnya kepada Kalsel Pos, usai pelaksaan diskusi publik bersama insan media dalam rangka membangun kepercayaan publik, Sabtu (12/1/19) lalu, di Banjarmasin.

Terkait media mana saja yang akan dipasangi iklan KPU Kalsel, ketua KPU Kalsel termuda, ini mengaku belum tahu. Semua ada aturan main sendiri, termasuk ada divisi khusus yang akan menanggani pemasangan iklan di media, ujarnya.

Penulis:SA Lingga
Penanggung jawab:SA Lingga

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android kami di Play Store 
Aplikasi Kalselpos.com

[smartslider3 slider=6]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *