‎Generasi Muda diminta Tunda Kawin Muda

oleh -785 views
POTO BERSAMA- Bupati HSS, Achmad Fikry poto bersama dengan Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN Pusat, Eka Silistia Ningsih, dan jajaran forkopimda HSS, pada acara sosialisasi program penguatan pembangunan keluarga bersama kemitraan.(Sofan)

KANDANGAN, Kalselpos.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKB) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), mengelar sosialisasi program pembangunan keluarga bersama mitra kerja melalui center ceria, Senin (25/3) di taman Palidangan Sehati.

Sosialisasi ‎program pembangunan keluarga bersama mitra kerja melalui center ceria, diikuti para pelajar sebagai generasi muda tersebut, mengangkat tema “Belajar, Kuliah, Kerja, Baru Menikan (BKKBN).

Sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber Bupati HSS, Achmad Fikry, Ketua DPRD HSS, Akhmad Fahmi‎, dan Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN Pusat, Eka Sulistai Endiningsih.

‎Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Is Suliastuti, mengatakan, memberikan apsesiasi kepada BKKBN Provinisi Kalsel yang telah melaksanakan sosialisasi penguatan ‎program pembangunan keluarga bersama mitra kerja melalui center ceria‎.

Is berharap, sosialisasi mampu memantapkan generasi muda untuk terus belajar dan sekolah kejenjang yang lebih tinggi, terancana, berkarir, sehingga dapat menunda perkawinan dini atau kawin muda. “Teruslah belajar, sekolah, bekerja baru kawin,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati HSS, Ahmad Fikry, mengaku sangat bersyukur Ka‎bupaten HSS mendapat kepercayaan oleh BKKBN Provinsi Kalsel menjadi tempat sosilisasi sosialisasi program pembangunan keluarga bersama mitra kerja melalui center ceria, untuk menunda perkawinan muda.

Dikatakannya, untuk menunda perkawinan muda Pemkab HSS telah mengeluarkan regulasi melalui perda dan peraturan bupati, tentang penundaan perkawinan dini, agar remaja sebagai genarasi muda betul-betul sekolah, kualiah, bekerja, dan baru kawin. ‎”Walaupun dalam prakteknya butuh berapa hal yang harus dilakukan untuk penerapan aturan tersebut, namun kita tetap semangat untuk menunda perkawinan muda di HSS,” ujarnya.

Sementara itu, Direntur Bina Ketahanan Remaja BKKBN Pusat, Eka Sulistia Endiningsih, perkawinan usia dibawa 20 tahun masih 52 persen, ‎tapi pemerintah Kabupaten HSS mempunyai kebijakan-kebijakan yang bagus dan mendukung upaya pengurang usia kawin. “Kami harap, upaya yang dilakukan oleh Pemkab HSS bisa memberikan kontribusi bagi Kalimantan Selatan dan Indonesia,” ujarnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Pj Sekda HSS, Hubriansyah, jajaran forkopimda, TP PKK Kabupaten HSS, Hj Isnaniah Achmad Fikry, Ketua GOW HSS, Srie Astuti Syamsuri Arsyad.

Penulis : Sofan
Editor : Wandi
Penanggung Jawab : S. A. Lingga

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android kami di Play Store 
Aplikasi Kalselpos.com

Slider