Warga Tionghoa Kalsel diminta jangan Golput

oleh -700 views
Herman Chandra

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Partisipasi semua warga negara, termasuk dari WNI keturunan Tionghoa yang ada di Kalimantan Selatan, dalam pemilu merupakan bagian dari perjuangan membangun bangsa Indonesia.

“Perayaan Imlek menjadi bukti nyata betapa bangsa Indonesia mengakui budaya etnis Tionghoa. Sebagai bagian dari warga negara yang memiliki hak pilih, WNI keturunan Tionghoa harus manfaatkan hak tersebut sebaik mungkin. Jangan golput, karena setiap suara tak ternilai harganya. Apakah bangsa Indonesia akan tetap bisa merajut kebinekaan dan memperkokoh persatuan, semua tergantung bagaimana cara pemimpin kita membawa ke arah mana masa depan bangsa dan negara,” ujar Ketua Perkumpulan Yayasan Suaka Bhakti, Herman Chandra, kepada Kalsel Pos disela – sela perayaan Emlek 2570 dan Cap Go Meh bertempat di Gedung Chandra di Jalan Belitung Banjarmasin, Sabtu (16/2/2019) kemarin.

Chandra menuturkan, sejarah telah mencatat bahwa etnis Tionghoa juga sama seperti etnis lain yang berada di Nusantara, seperti Jawa, Batak, Sunda, Melayu dan lain sebagainya. Perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan juga tidak bisa dipisahkan dari keberadaan etnis Tionghoa.

Baca Juga ==> Ledeng Byar Pet, Warga Sedot Air Sungai Pakai Genset BPK

“Pemuda Tionghoa juga turut aktif dalam deklarasi Sumpah Pemuda yang merupakan salah satu penguat pondasi pencapaian kemerdekaan Indonesia. Di Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) juga terdapat empat orang Tionghoa, yaitu Oei Tjong Hauw, Oei Tiang Tjoei, Mr Tan Eng Hua dan Liem Koen Hian. Tak hanya itu, sejarah juga mencatat Jap Tjwan Bing sebagai seorang etnis Tionghoa yang turut meresmikan UUD 1945,” urainya.

Chandra berujar, perayaan Imlek yang disemarakan di berbagai wilayah, juga merupakan bagian dari kekayaan budaya bangsa Indonesia. Merayakan Imlek merupakan bagian dari merayakan Kebhinekaan Bangsa Indonesia.

“Perbedaan etnis, suku, agama, maupun kepercayaan memang tidak bisa dinafikan dalam kehidupan. Namun kita sudah buktikan kepada dunia, bahwa di Indonesia, perbedaan tersebut bukan menjadi bencana melainkan menjadi anugerah,” tandasnya.

Penulis : Anas Aliando
Editor : Aspihan Zain
Penanggungjawab : SA Lingga

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android kami di Play Store ==>
Aplikasi Kalselpos.com

Slider

Facebook Comments