Petani di Rantau Badauh keluhkan Serangan Monyet Liar

oleh -1.070 views

MARABAHAN, Kalselpos.com – Masyarakat Desa Sungai Pantai, Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, mengeluh dan hampir putus asa menghadapi gangguan monyet liar atau disebut juga “warik” yang tidak hanya mengganggu lahan pertanian, tetapi juga merambah ke pemukiman penduduk.

Keluhan warga itu disampaikan kepada anggota DPRD Provinsi Kalsel, DR.H.Karli Hanafi Kalianda, SH.MH ketika melakukan reses di Desa Sungai Pantai, Kecamatan Rantau Badauh, Senin (25/2).

Kepala Desa Sungai Pantai, Fauzi bersama puluhan warga lainnya berharap ada solusi yang efektif untuk mengatasi amukan monyet ini

Baca Juga ==>Petani Batola keluhkan Mahalnya Harga Pupuk

“Biasanya monyet-monyet itu datang bergerombol, jumlahnya mencapai ratusan ekor. Binatang-binatang ini memakan dan merusak apa saja yang ada di lahan pertanian, seperti jeruk, rambutan, padi, semangka dan lain-lain,” ujar warga lainnya menambahkan.

Fauzi menambahkan, warung warga juga kerap diganggu dan dihamburkan serta memakan dan meminum apa saja yang bisa dimakan di minum, termasuk pula kandang-kandang ayam, telur ayam tidak akan ada sisanya kalau sudah di serang.