Petani Batola keluhkan Mahalnya Harga Pupuk

oleh -364 views
RESES - Karli Hanafi saat berdialog dengan warga Desa Cahaya Baru, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Batola

MARABAHAN, Kalselpos.com – Kalangan petani di Kabupaten Barito Kuala (Batola) , khususnya di Kecamatan Jejangkit, lokasi Hari Pangan Sedunia (HPS) tahun 2018 lalu, saat ini mereka mengeluhkan mahalnya harga pupuk.

“Harga pupuk terlalu mahal, tidak memadai dengan hasil padi yang didapat. Seperti urea yang bersubdi mencapai Rp100 ribu untuk 50 kilogram, sedangkan yang tidak bersubsidi mencapai Rp290 ribu sampai Rp300 ribu satu kwintal,” ungkap H Imbran Kepala Desa Cahaya Baru, dihadapan anggota DPRD Kalsel, DR H Karli Hanafi Kalianda SH MH yang melakukan reses di desa tersebut, Minggu (24/2).

Ia menambahkan, untuk pupuk yang bersubsidi dropping ke petani selalu terlambat, bahkan jumlah yang diterima petani juga terbatas atau tidak mencukupi. “Kalau dikurangi pupuk, hasilnya sedikit, belum lagi serangan hama dan penyakit,” tambahnya.

Baca Juga ==>Petani “Bantai” Ribuan Tikus

Kondisi ini tidak sebanding dengan padi yang ditanam adalah jenis unggul. Sedangkan harga jual mencapai Rp60.000 sampai Rp65.000 per blek.

“Kalau dihitung-hitung harga jual yang kami terima sangat tidak memadai dengan biaya yang dikeluarkan, untuk satu kali panen dalam satu tahun,” keluhnya.

Facebook Comments