Perlu satu Pemahaman hadapi Bencana

oleh -21 views
HADIRI RAKORNAS - Kepala Pelaksana BPBD Tapin, H Nurdin saat menghadiri Rakornas Bencana tahun 2019, di Jawa Timur Expo, di Surabaya, Sabtu (2/2) lalu.

Dalam rangka mengahadapi kemungkinan terjadinya bencana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapin, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bencana tahun 2019, yang dilaksanakan Jawa Timur Expo, di Surabaya, Sabtu (2/2) lalu.

 

RANTAU, Kalselpos.com – Rakornas sendiri dibuka Presiden RI Joko Widodo, dengan dihadiri Bupati Tapin yang diwakili Kepala Pelaksana BPBD Ir H Nurdin bersama 4.000 peserta dari BPBD seluruh Indonesia dan perwakilan dari kementerian, lembaga, gubernur, bupati/walikota, TNI, Polri dan akademisi.

Presiden dalam sambutannya  menyatakan, forum ini sangat strategis dalam mengkoordinasikan dan mengkonsolidasikan kekuatan yang dimiliki untuk mengantisipasi bencana. Ada enam hal yang perlu disampaikan, pertama perencanaan, rancangan dan pembangunan tata ruang harus memperhatikan peta rawan bencana.

“Dalam rangka mitigasi bencana dengan melihat siklus bencana yang selalu berulang, lokasi bencana sering di tempat yang sama hendaknya harus memperhatikan peta rawan bencana, ” jelas Presiden.

Kedua pelibatan akademisi, pakar-pakar kebencanaan untuk meneliti, melihat, mengkaji, titik mana yang sangat rawan bencana harus dilakukan secara masif dan segera lakukan sosialisasi. “Para peneliti dan pakar harus mampu memprediksi ancaman dan mengantisipasi serta mengurangi dampak bencana,” katanya .

Ketiga apabila ada kejadian bencana, maka otomatis gubernur akan menjadi komandan satgas darurat bersama Pangdam dan Kapolda menjadi wakil komandan satgas. Jangan dikit-dikit naik pusat, ucap Presiden lagi.

Ke empat, pembangunan sistem peringatan dini yang terpadu berbasiskan rekomendasi dari pakar harus dipakai, termasuk hingga ke level daerah. Kepala BNPB mengkoordinasikan terkait agar sistem peringatan dini segera terwujud, kemudian dipelihara dan dirawat.

Kelima lakukan edukasi kebencanaan. Harus dimulai tahun ini yang dilakukan di daerah rawan bencana kepada sekolah melalui guru dan para pemuka agama. “Dan terakhir, lakukan simulasi latihan penanganan bencana secara berkala dan teratur, untuk mengingatkan masyarakat kita secara berkesinambungan sampai ke tingkat RW hingga RT, sehingga masyarakat kita betul-betul siap menghadapi bencana,” ungkap Presiden.

“Sekali lagi kita harus mengkonsolidadikan dan mengkoordinasikan semua kekuatan yang dimiliki untuk memganatisipasi bencana alam, ” pesannya.

Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Tapin, H Nurdin menambahkan, apa yang menjadi arahan dari Presiden dalam penanggulangan bencana sudah dilakukan pihaknya. “Namun yang namanya bencana kita tidak tahu kapan terjadi. Karenanya, semua elemen dapat menyatukan pemahaman yang sama dalam menghadapi bencana,” sebutnya.

Semoga semua stakeholder yang ada di daerah, bisa menyatukan pemahaman yang sama dalam penanggulan bencana, sehingga dalam pelaksanaanya di lapangan bisa sinergi dan berjalan dengan lancar, tidak mengedepankan ego sektoral masing-masing, tegas H Nurdin, usai mengikuti Rakornas.

Penulis : Dillah
Editor : SA Lingga
Penanggungjawab : SA Lingga

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android kami di Play Store ==>
https://play.google.com/store/apps/details?id=apps.kalselpos

Slider

Facebook Comments