Jurnalisme Kepemimpinan: Genmil, Kizano dan GJM

oleh -250 views

Kita akan punya Indonesia edisi baru hasil karya anak cucu kita sendiri Genmil  alias generasi milenial atau Kizanokids zaman now, yang sebagian di antara mereka adalah Generasi Jurnalis Milenial. GJM ini berbeda formula kesadarannya, komprehensi berpikir dan kelengkapan konsen-nya, apalagi keluasan area kiprahnya, dibanding kaum jurnalis manual, konvensional dan tradisional.

Sekarang mereka sedang bekerja keras dan berprihatin di berbagai kamp pendadaran. Tuhan mengumumkan bahwa kalau Bapak generasi mereka tak punya kemampuan untuk berhenti melakukan apa yang seharusnya tidak dilakukan, dan tidak melakukan yang seharusnya dilakukan–maka Tuhan akan meng-install generasi yang baru, generasi yang cerah, yang Tuhan mencintai mereka dan mereka mencintai Tuhan. Mereka akan hidup berkasih sayang di antara mereka, dan penuh rasa dak tega kepada yang tidak sama dengan mereka. (Kode langit mereka 554).

Anak-anak muda usia belasan, likuran dan sedikit di atasnya, adalah generasi yang paling beruntung. Banyak orang tua mengeluh: “Kalau Indonesia begini terus, bagaimana nasib anak-anak saya kelak?”. Keluhan itu lahir dari pandangan offline yang mandek. Dua puluh tahun belakangan ini sudah muncul secara terang-benderang semua jenis kehancuran hidup. Kehancuran cara berpikir, kehancuran rasio dan logika, kehancuran moral dan karakter, kehancuran harga diri dan martabat, serta berbagai macam kehancuran lainnya di balik gedung-gedung tinggi, jalan-jalan tol, kemewahan kasat mata serta performa selera-selera paling rendah dari kebudayaan dan peradaban.

Genmil, Kizano dan GJM tidak sudi menjadi manusia penghuni bumi yang semacam itu. Secara naluriah maupun intelektual mereka membangun diri kemanusiaan yang baru. Manusia dipimpin oleh pengalamannya. Pengetahuan dan ilmu juga memimpin manusia, tetapi sebatas yang dialaminya. Manusia rata-rata dituntun hidupnya oleh pengalaman, ilmu dan pengetahuan yang membuatnya nyaman. Tapi anak-anak muda produk kehancuran sejarah bergerak tidak mencari kenyamanan, melainkan mencari dan membangun kenyamanan baru.

Genmil, Kizano dan GJM berputar dan menggelombang di dalam organisme baru, meninggalkan rusaknya organisasi sejarah yang membesarkan mereka. Jangan lakukan hal-hal mubadzir dan kuno misalnya memprasangkai mereka dengan metode kuno seperti Revolusi fisik, pseudo-Reformasi, atau pengajian meningkatkan iman taqwa yang mandek 14 abad. (bersambung)

Facebook Comments