BPOM sasar Pasar Amuntai dan Alabio

oleh -44 views

Ada Terasi pakai pewarna Tekstil

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) laksanakan operasi pasar bebas dari bahan berbahaya formalin.  Kali ini operasi, mengambil tempat di Pasar Amuntai dan Pasar Alabio, yakni sentral pasar besar yang berada di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

 

AMUNTAI, Kalselpos.com – Kegiatan operasi pasar bukan yang kali pertama, hal ini merupakan kegiatan lanjutan dari bulan November 2018 lalu.

Saat operasi pasar dilaksanakan, pihak BPOM menemukan kandungan formalin  pada cumi kering dan teri medan di tiga kabupaten, yakni HSU, Tabalong dan Balangan.

“Formalin merupakan bahan yang berbahaya, sehingga harus dilakukan pengamanan dan pengawasan. Jadi operasi kali ini dilaksanakan untuk melakukan pemeriksaan pada makanan. Jika ada bahan berbahaya seperti formalin, boraks, pewarna pakaian, maka akan  diamankan, dan diberikan sanksi berupa tindakan persuasif kepada pedagang,” terang Kepala BPOM, Bambang Hery Purwanto  S.Farm Apt.

Dari operasi itu, pihak BPOM mengambil sebanyak 21 sampel yang terdiri dari sampel ikan dan terasi.  “Hasilnya seluruh ikan yang beredar di Kabupaten HSU tidak mengandung bahan berbahaya formalin,” sampainya.

Sementara itu, pihak BPOM temukan terasi yang mengandung bahan pewarna berbahaya, yaitu pewarna untuk tekstil, yang biasanya digunakan untuk mewarna kain sasirangan, yang sebenarnya tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi.

” Tindak lanjut ini, kami berikan surat peringatan kepada penjual untuk dilakukan peringatan kepada pemasok ikan terasi yang infonya dari daerah Tangkisung,” pungkasnya.

Penulis : Adiyat
Editor : SA Lingga
Penanggungjawab : SA Lingga

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android kami di Play Store ==>
https://play.google.com/store/apps/details?id=apps.kalselpos

Slider

Facebook Comments