Puluhan Perawat Honorer Mengadukan Nasibnya Ke Dewan

oleh -85 views

TANJUNG, Kalselpos.com – Puluhan perawat yang berstatus tenaga honorer maupun Tenaga Kerja Sukarela di Kabupaten Tabalong mengadukan nasibnya ke dewan setempat agar bisa mendapatkan penghasilan yang lebih layak.

“Beberapa perawat bahkan berstatus tenaga kerja sukarela dan berharap bisa direkrut menjadi tenaga honor daerah,” ungkap satu perwakilan perawat, Rahman.

Menurut Rahman saat ini ada 136 tenaga kesehatan termasuk perawat yang mengabdi di puskesmas dengan status mulai dari tenaga kontrak, PTT hingga Tenaga Kerja Sukarela (TKS).

Rahman bersama puluhan perawat ini menyampaikan aspirasinya ke Komisi I DPRD Kabupaten Tabalong dan satuan kerja terkait antara lain Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan serta Dinas Kesehatan.

Selain meminta perbaikan kesejahteraan para perawat ini juga meminta kejelasan terkait rencana rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Tabalong Wartoyo membenarkan soal rencana pemerintah merekrut Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

Menyusul terbitnya Peraturan Pemerintah nomor 49 tahun 2018 tentang manajemen pegawai negeri dengan perjanjian kerja.

“Dalam PP tersebut semua warga negara Indonesia yang memenuhi syarat bisa direkrut menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja,” jelas Wartoyo.

Termasuk para tenaga honor yang ada di Kabupaten Tabalong juga punya kesempatan untuk ikut seleksi P3K asalkan memenuhi syarat yang ditetapkan.

Sementara itu anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Tabalong Maksum Dahlan mengharapkan pemerintah daerah bisa mengakomodir aspirasi para tenaga honorer ini khususnya perawat.

“Sebaiknya tenaga honorer yang sudah lama mengabdi bisa diprioritaskan untuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan Kontrak Kerja,” jelas Maksum.

Selain Maksum anggota Komisi I lainnya juga menyampaikan masukan agar pemerintah daerah bisa memperhatikan nasib para perawat yang berstatus TKS maupun honorer ini.

Seperti dilontarkan Nabahan Fiji dan Zainal Ilmu Mahrudi kalau peran tenaga perawat di puskesmas cukup penting dalam menunjang pelayanan kesehatan masyarakat.

Soal honor yang diterima para perawat ini menurut Kepala Dinas Kesehatan setempat Taufiqurrahman Hamdi tergantung statusnya sebagai tenaga kontrak atau honor daerah.

“Untuk Tenaga Kerja Sukarela memang tak tercatat dan tidak menerima honor,” jelas Taufik.

Selanjutnya tenaga honor kontrak atau PTT honornya Rp1,7 juta sampai Rp1,9 juta per bulannya.

Penulis : Antara
Editor : Wandi
Penanggungjawab : SA Lingga

Facebook Comments